Jakarta (Antara) - Komisi Pemberantasan Korupsi
menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi berinisial AM yang diduga menerima
uang terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gunung
Mas, Kalimantan Tengah.
"Penyidik menangkap tangan beberapa orang di kompleks Widya Chandra,
dengan inisial AM, CHN, dan CN," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) Johan Budi, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis
dini hari.
Johan mengatakan, AM merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi, sementara
CHN seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan CN seorang pengusaha.
Di Widya Chandra, penyidik menyita uang dolar Singapura, perkiraan
sementara, senilai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar, yang diduga merupakan
pemberian CHN dan CN kepada AM terkait yang diduga terkait sengketa
pilkada di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Setelah itu, lanjut Budi, KPK juga melakukan operasi tangkap tangan
di sebuah hotel di wilayah Jakarta Pusat, dan menahan dua orang yang
dengan inisial HB yang merupakan kepala dinas dan DH yang merupakan
pihak swasta.
"HB seorang kepala daerah. DH itu swasta, diamankan di sebuah hotel di wilayah Jakarta Pusat," kata Johan.
Hingga saat ini, lanjut Johan, status kelima orang tersebut masih
sebagai terperiksa, dan akan dilakukan pemeriksaan 1X24 jam terlebih
dahulu.
"Posisinya masih terperiksa, masih dilakukan pemeriksaan 1x24 jam," kata Johan.(fr)