Menerapkan sikap tegas dalam mendidik anak sangat penting untuk dimiliki
seorang ayah. Ketegasan di sini bukan berarti ayah harus bersikap keras
dan kasar pada anak, melainkan ayah harus konsisten dalam mengikuti
teguran, perintah, maupun larangan yang telah diucapkan kepada anak.
Jangan hanya karena anak merengek dan menangis ayah jadi luluh untuk
menuruti kemauannya. Atau sebaliknya, ayah jadi kesal dan marah bahkan
sampai mengeluarkan kata-kata kasar (verbal abuse) dan pukulan (physical
abuse).
Memang tidak bisa dipungkiri, terkadang ketegasan yang
ayah terapkan dalam mendidik anak dapat membuat anak merasa tidak
nyaman. Tetapi coba lihat manfaatnya, anak yang dididik dan dibesarkan
oleh ayah yang tegas dan konsisten biasanya saat dewasa akan memiliki
kepribadian yang baik. Sebaliknya, anak yang dididik dan dibesarkan oleh
ayah yang keras dan kasar akan cenderung susah diatur dan kemungkinan
besar memiliki trauma psikologis yang mendalam.
Dampak psikologis bagi anak yang memiliki figur ayah yang tegas dan konsisten:
- Anak yang dididik dengan tegas dan konsisten biasanya akan memiliki kepribadian yang baik.
-
Anak akan memiliki keinginan yang kuat, tidak takut untuk bertemu
dengan orang baru, dan akan berani mengambil risiko dan keputusan.
- Anak juga akan memiliki sikap pantang menyerah dan tidak mudah putus asa.
- Memiliki rasa percaya diri yang besar dan berani untuk mengutarakan pendapat.
Sebaliknya, berikut ini pengaruh yang akan terjadi pada anak yang tidak memiliki figur ayah yang tegas dan konsisten:
- Anak akan meniru perilaku ayah yang tidak tegas nantinya.
- Cenderung lebih senang membesarkan masalah-masalah yang kecil.
- Akan menjadi anak yang pemalu dan mudah putus asa pada umumnya.
- Tidak berani bertanggung jawab dan tidak berani untuk mengakui kesalahannya.
Bersikap
tegaslah kepada anak sedini mungkin, dan ingat: tegas tidak berarti
menjadikan figur ayah menjadi galak dan kasar terhadap si kecil. Buatlah
si kecil hormat pada figur ayah, bukan takut pada ayah.
Review oleh dr. Ika Widyawati Sp.KJ (K), RS Pondok Indah – Puri
Penulis: Yogi Niaga Kurnia
Sumber: www.MeetDoctor.com
LATAR BELAKANG BERDIRI PERUSAHAAN
| ||
| ||
| ||
| ||
| ||
| NEW PRODUCT |
Tampilkan postingan dengan label Penting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penting. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Oktober 2013
Minggu, 14 April 2013
Cara Aman Makan Mi Instan
Mi instan merupakan makanan yang paling simpel dikonsumsi. Mudah dan praktis. Namun perlu diingat bahayanya. Misalnya, endapan zat pewarna yang sangat berbahaya bagi tubuh.
Ahli gizi Afrinia Ekasari menuturkan, mi instan terbuat dari bahan dasar tepung, terigu, telur, air dan mineral, serta dilengkapi bumbu dan minyak sayur. Memang ada kandungan vitamin, tapi pada faktanya, jauh dari standar untuk memenuhi angka kebutuhan gizi. Terutama bagi anak-anak.
Ada beberapa kandungan berbahaya pada mi instan, yakni bahan pengawet dan pewarna yang tidak dapat diurai di dalam tubuh, sehingga cenderung tidak dapat dikeluarkan. Jadi, apabila zat-zat tersebut terlalu sering dikonsumsi, dapat mengendap dalam tubuh dan bersifat karsinogenik atau merusak.
“Karena itu, untuk memenuhi zat gizi, sebaiknya mi instan ditambahkan sayuran dan protein hewani seperti telur, ayam, udang,” ujar wanita yang lama berkarir di perusahaan makanan tersebut. Afrinia menyarankan jangan terlalu sering mengonsumsi mi instan.
Sementara Andi Imam Arundhana, ahli gizi dari Universitas Hasanuddin menguraikan bahwa dalam prinsip-prinsip makanan seimbang, apa yang dikonsumsi harus beraneka ragam, memiliki kandungan gizi. “Tidak hanya mengandung karbohidrat, tapi juga lemak, protein dan vitamin. Tidak cukup dengan kenyang saja,” ujarnya.
Sebagai gambaran, lanjut Andi, saat sarapan, seseorang membutuhkan sekitar 15-25 persen dari kebutuhan zat gizinya. Sementara kandungan mi instan baru memenuhi sekitar 16 persen kebutuhan karbohidrat dan lemak seseorang (kebutuhan 2.000 kkal).
Terkait dengan bahan pengawet, Andi mengungkapkan, kendati bisa hilang, memang sangat sulit. “Melalui sistem sekresi manusia, setidaknya sekitar empat hari kemudian,” ujarnya.
Karena itulah, dia mengatakan, kalaupun terpaksa harus mengonsumsi mi instan, durasi paling banyak 4-5 hari sekali. “Misalkan hari ini kita sudah konsumsi mi instan, empat hari sampai lima hari kemudian baru bisa konsumsi lagi,” jelasnya.
Andi dan Afrinia sependapat bahwa cara memasaknya harus diperhatikan, selain menambah bahan makanan lain saat mengonsumsi mi instan, demi kesehatan. Keduanya menyarankan agar ketika memasak mi instan, air rebusan pertamanya dibuang. Hal itu perlu dilakukan untuk membuang pengawetnya.
“Barulah mi instan dimasukkan ke dalam air mendidih yang baru, sehingga kadar pengawetnya keluar,” jelas Andi.
Cara lainnya yang bisa ditempuh adalah tidak menggunakan bumbu bawaan dari mi. “Kita bisa mengolah bumbunya sendiri seperti saat memasak,” kata Andi. Atau, minimal kurangi penggunaan bumbu mi instan. Ini untuk meminimalisasi masuknya pengawet ke dalam tubuh kita.
“Jika sudah terasa cukup, buang saja sisa bumbunya. Bila ingin lebih asin, ada baiknya ganti dengan menambahkan garam,” katanya. “Berbagai cara tadi bisa ditempuh, bila memang kita tidak bisa menghindari konsumsi mi instan.”
Bagian lain yang perlu diperhatikan, yaitu ketika membeli. Kata Afrinia Ekasari, selain melihat tanggal kedaluwarsa, komposisi, logo halal, pastikan juga kemasan tidak cacat atau robek. Sebab dalam kondisi cacat atau robek, berbagai macam serangga dapat mengontaminasi mi instan tersebut.
Kamis, 03 Januari 2013
JANGAN MASUK MOBIL LANGSUNG NYALAKAN AC
Info Kesehatan
Kota2 di Indonesia saat ini sangat panas, masuk mobil jangan langsung nyalakan A.C.
Udara dari semprotan A.C. bercampur dengan udara dalam mobil yang
'ngelekep' - bisa menimbulkan udara yang menyebabkan kanker, bila
dihirup.
Mau naik mobil ? O.K.
boleh, buka semua kaca, lalu nyalakan A.C. selama beberapa menit, baru
kemudikan kendaraan tersebut n tutup kaca-kacanya kembali.
Tidak heran,
semakin banyak orang meninggal karena kanker. Kita ber tanya-tanya darimana
saja penyebabnya tetapi di sini ada sebuah contoh yang menjelaskan
insiden-insiden yang dapat menyebabkan kanker.
Menurut sebuah penelitian,
dashboard mobil, sofa, pengharum mobil menghasilkan Benzene , racun
penyebab kanker (karsinogen). luangkanlah waktu dan amatilah bau plastik
dashboard yang terkena panas.
Selain menyebabkan Kanker, Benzene meracuni tulang-tulang anda, menyebabkan Anemia dan menurunkan jumlah sel darah putih.
Bila terhirup terus-menerus dalam jangka waktu yg lama dapat
menyebabkan Leukemia, menambah resiko penyebab kanker. Dapat juga
mengakibatkan keguguran. Tingkat Benzene di dalam ruangan yang bisa
ditoleransi sebesar 50mg/ft2.
Sebuah mobil yang terparkir di dalam ruangan dengan jendela tertutup akan mengandung 400-800 mg Benzene.
Jika parkir di luar ruangan di bawah sinar matahari pada temperatur 15derajat ke atas, tingkat Benzene naik hingga 2000-4000 mg, 40 kalidari tingkat Benzene yang bisa ditoleransi. Orang2 yang sewaktu masuk ke dalam mobil, tidak membuka jendela sama sekali akan mau tak mau, menghirup banyak racun yang dengan sangat cepat masuk kedalam tubuh anda. Benzene adalah racun yang mempengaruhi ginjal dan hati... Buruknya, sangatlah sulit bagi tubuh untuk membasmi racun-racun tersebut. Jadi anda sekalian, bukalah pintu dan jendela mobil sebelum masuk, berilah waktu untuk racun-racun mematikan ini keluar - sebelum anda masuk dalam mobil..'???
Bagikanlah info ini kpd teman kita semua..... Semoga bermanfaat
Langganan:
Postingan (Atom)