LATAR BELAKANG BERDIRI PERUSAHAAN

CV. LUMADA bitha SUKSES berdiri berdasarkan pengalaman pendiri telah melakukan bidang usaha Trading dan Industri sejak tahun 2004 atas nama PT. Mulia Garmindo, Ropiko Lestari, dan bidang mining sejak tahun 2003 bergabung dengan CV. Kencana Sakti serta mengembangkan bidang SDM sejak 2003 dengan nama PT. Cahaya Arini Indah yang berkembang dan sangat dikenal oleh para klien karena memang pengalaman pendiri sebelumnya sebagai Manager HRD lebih dari 12 tahun diberbagai jenis perusahaan. Berdasarkan hal tersebut pendiri membuat nama perusahaan yang dinamakan CV. LUMADA bitha SUKSES yang membidangi sesuai pengalaman pendiri. Adapun arti daripada LUMADA bitha SUKSES adalah : LU MAu apa aDA BIsa teTapi HArus SUKSES yang meliputi :
Bidang GENERAL TRADING
MINING Trading Hasil Tambang - (001) - Batubara - (002) - Batu Mangan - (003) - Batu Besi - (004) - Mineral lainnya sesuai kebutuhan. AGRO BUSINESS Trading - (001) - Pinang - (002) - Coklat - (003) - dan lainnya sesuai kebutuhan. PUPUK CAIR Trading - (001) - Pupuk Organik BioTOP seperti BioTOP POP untuk Tanaman Lunak dan - (002) - BioTOP SAWIT untuk Tanaman Keras.
Bidang CHEMICALS
Meliputi : - (001) - Soda Ash Ansac Dense (Na2CO3) atau Sodium Carbonate America (USA) - (002) - Kaporit (CaOCl)2 atau Calcium Hypochlorite 60% Tjiwi - (003) - Kaporit (CaOCl)2 atau Calcium Hypochlorite 65% Tjiwi - (004) - Kaporit 65% (CaOCl)2 Powder Trichlon CP 65 China - (005) - Kaporit 90% (CaOCl)2 Tablet Triklorit 90 China - (006) - Kaporit 90% (CaOCl)2 Granulir Triklorit 90 China - (007) - Alumunium Sulfat Solid (Al2SO4) Bongkah 17% - (008) - Alumunium Sulfat Solid (Al2SO4) Granulir 17% - (009) - Alumunium Sulfat Solid (Al2SO4) Powder 17% - (010) - Alumunium Sulfat Solid (Al2SO4) Kible 17% - (011) - Alumunium Sulfat (Al2SO4) Liquid 12% - (012) - Alumunium Sulfat (Al2SO4) Liquid 10% - (013) - Alumunium Sulfat (Al2SO4) Liquid 8% - (014) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 14% - (015) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 12% - (016) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 10% - (017) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 8% - (018) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 250A Pacinesia - (019) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 280AC Pacinesia - (020) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Powder 250AN Pacinesia - (021) - Poly Alumunium Chloride Pacinesia 280AN - (022) - Poly Alumunium Chloride (PAC) 250AD - (023) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Powder Yellowish China - (024) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Powder Roller China - (025) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Powder Spray China - (026) - Caustic Soda (NaOH) atau Sodium Hydroksida Liquid 48% - (027) - Caustic Soda (NaOH) atau Sodium Hydroksida Flake 98% Asahimas - (028) - Caustic Soda (NaOH) atau Sodium Hydroksida Flake 98% Tjiwi - (029) - Caustic Soda (NaOH) Micropearls atau Sodium Hydroksida 99% - (030) - Caustic Soda (NaOH) Micropearls atau Sodium Hydroksida 99% Thailand - (031) - Hydrochloric Acid (HCl) atau Asam Klorida 32% - (032) - Sodium Hypochlorite (NaOCl) 10-12% - (033) - Kianchem 116 (Al2O3) Liquid 7,5% - (034) - Kianchem 03 MC (Al2O3) Liquid 3% - (035) - Specta - (036) - Asam Sulfat (H2SO4) atau Sulphuric Acid 98% - (037) - Nitric Acid atau Asam Nitric (HNO3) 68% Belgia - (038) - Nitric Acid atau Asam Nitric (HNO3) 68% Korea - (039) - Acetid Acid atau Asam Asetat (C2SO4) Lokal - (040) - Acetid Acid atau Asam Asetat (C2SO4) USA - (041) - Formic Acid atau Asam Semut (CH2O2) 85% Kemira Belanda - (042) - Formic Acid atau Asam Semut (CH2O2) 94% Kemira Belanda - (043) - Glycerine atau Glycerol (C3H803) Lokal - (044) - Phosporic Acid atau Asam Fosfat (H3PO4) China - (045) - Phosporic Acid atau Asam Fosfat (H3PO4) Food Grade China - (046) - Pottasium Hydroxida atau Kalium Hydroksida (KOH) 90% China - (047) - Pottasium Hydroxida atau Kalium Hydroksida (KOH) 90% Korea - (048) - STTP China - (049) - Ammonium Chloride (NH4Cl) China - (050) - Zinc atau Ingot Anoda - (033) - Pottasium Permanganate BP 2000 China - (052) - Hydroflouride Acid 55 PCT Min China - (053) - Manganese Sulphate 98 PCT Min China - (054) - Ferric Chloride 98 PCT Min China - 055) - Magnesium Oxide India - (056) - Silica Gel White China - (057) - Silica Gel Blue China - (058) - Mercury 99,999 PCT Min Spain - (059) - Mercury 99,999 PCT Min USA - (060) - Alkohol 96 % (Tehnical Grade) - (061) - Polishing Powder 1x Super Quality Italy - (062) - Polishing Powder SP Super Quality Italy - (063) - Polishing Powder 5 Extra Super Quality Italy - (064) - Methyl Meta Acrylate (MMA) - (065) - Methacrylic Acid (MAA) - (066) - Butyl Acrylate (BA) - (067) - Acrilic Acid (AA) - (068) - 2-Ethyl Hexyl Acrylate (2EHA) - (069) - Ethyl Acrylate (EA) - (070) - Methylene Chloride - (071) - Sodium Bicarbonate 99% - (072) - Paravin Wax Semi & Fully Refined - (073) - Nickel Square 1 Inchi - (074) - Nickel Strip 60 Cm & 90 Cm - (075) - Nichel Sulphate (NiSO4) - (076) - Nickel Chloride (NiCl2) - (077) - Phos Copper Balls 27 mm - (078) - Of Copper Balls 27 mm - (079) - Copper Sulphate (CuSO4) - (080) - Chromic Acid (CrO3) - (081) - Zinc SHG - (082) - Zinc Alloy - (083) - Alumunium Alloy ADC - (084) - Coal Additive Centrum 6302 - (085) - Karbon Aktif - (086) - Sabun Cair Pembersih Tangan - (087) - Sabun Cair Pencuci Piring - (088) - Sabun Cair Pembersih Lantai - (089) - Sabun Cair Pembersih Kaca - (090) - Pembersih Porselin Lumada
Bidang TRANSPORTATION
Meliputi : Melayani angkutan Antar Pulau antar Propinsi via : - (001) - Darat - (002) - Laut - (003) - udara dengan Countener atau Truck, Kapal Laut, Dan lain - lain
Bidang MANPOWER SERVICE
Meliputi : (001) Pelatihan Membangun Kepercayaan Diri Melalui Pengembangan Sikap Mental (PMKD) - (002) - Pelatihan Sikap Mental - (003) - Konsultan SDM - (004) - Suplay tenaga kerja (Outsorcing) - (005) - Menyewakan tenaga kerja - (006) - Penyelesaian Perselesihan Perburuhan sebagai Mediasi Perusahaan
NEW PRODUCT
Tampilkan postingan dengan label Tentang Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Jokowi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 April 2014

Kisah Hidup Jokowi

Masa kecil Jokowi bukanlah orang yang berkecukupan, bukanlah orang kaya. Ia anak tukang kayu, nama bapaknya Noto Mihardjo, hidupnya amat prihatin, dia besar di sekitar Bantaran Sungai. Ia tau bagaimana menjadi orang miskin dalam artian yang sebenarnya.

Bapaknya penjual kayu di pinggir jalan, sering juga menggotong kayu gergajian. Ia sering ke pasar, pasar tradisional dan berdagang apa saja waktu kecil. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pedagang dikejar-kejar aparat, diusiri tanpa rasa kemanusiaan, pedagang ketakutan untuk berdagang. Ia prihatin, ia merasa sedih kenapa kota tak ramah pada manusia.

Sewaktu SD ia berdagang apa saja untuk dikumpulkan biaya sekolah, ia mandiri sejak kecil tak ingin menyusahkan bapaknya yang tukang kayu itu. Ia mengumpulkan uang receh demi receh dan ia celengi di tabungan ayam yang terbuat dari gerabah. Kadang ia juga mengojek payung, membantu ibu-ibu membawa belanjaan, ia jadi kuli panggul. Sejak kecil ia tau bagaimana susahnya menjadi rakyat, tapi disini ia menemukan sisi kegembiraannya.

Ia sekolah tidak dengan sepeda, tapi jalan kaki. Ia sering melihat suasana kota, di umur 12 tahun dia belajar menggergaji kayu, tangannya pernah terluka saat menggergaji, tapi ia senang dan ia gembira menjalani kehidupan itu, baginya “Luwih becik rengeng-rengeng dodol dawet, tinimbang numpak mercy mbrebes mili”. Keahliannya menggergaji kayu inilah yang kemudian membawanya ingin memahami ilmu tentang kayu.
Lalu ia berangkat ke Yogyakarta, ia diterima di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, jurusan kehutanan. Ia pelajari dengan tekun struktur kayu dan bagaimana pemanfaatannya serta teknologinya. Di masa kuliah ia jalani dengan amat prihatin, karena tak ada biaya hidup yang cukup. Kuliahnya disambi dengan kerja sana sini untuk biaya makan, ia sampai lima kali indekost karena tak mampu biaya kost dan mencari yang lebih murah.

Hidup dengan prihatin membawanya pada situasi disiplin, Jokowi mampu menerjemahkan kehidupan prihatinnya lewat bahasa kemanusiaan, bahwa dalam kondisi susah orang akan menghargai tindakan-tindak an manusiawi, disinilah Jokowi belajar untuk rendah hati.

Setamat kuliah ia tetap menjadi tukang gergaji kayu, tapi ia sudah memiliki wawasan, ia melihat industri kayu berkembang pesat, ia mendalami mebel. Disini ia pertaruhkan segalanya, rumah kecil satu-satunya bapaknya ia jaminkan ke Bank. Dan ia berhasil, ia bukan saja tapi ia juga pengambil resiko yang cerdas, ia berhasil dari sebuah bengkel mebel dengan gedek disamping pasar yang kumuh berhasil dikembangkan. Ia menangis ketika pekerja-pekerja nya bisa makan.

Suatu saat ia kedatangan orang Jerman bernama Micl Romaknan, orang Jerman ini kebetulan tidak membawa grader (ahli nilai) kayu, ia ngobrol dengan Jokowi, kata orang Jerman itu : “Wah, di Jepara saya ketemu orang namanya Joko, baiklah kamu kunamakan saja Djokowi, kan mirip Djokovich” akhirnya terciptalah sebuah nickname Jokowi yang melegenda itu.

Perkembangan bisnisnya bagus, ia dipercaya kerna ia jujur, orang Jerman suka dengan orang yang jujur dan pekerja keras, Jokowi hanya tidur 3 jam sehari, selebihnya adalah kerja. Ia tak pernah makan uang dari memeras atau pungli, ia makan dari keringatnya sendiri. Dengan begitu hidupnya berkah. Jokowi berhasil mengekspor mebel puluhan kontainer dan ia berjalan-jalan di Eropa.

Tidak seperti kebanyakan orang Indonesia yang mengunjungi Eropa dengan cara hura-hura atau foto sana, foto sini tanpa memahami hakikat masyarakatnya. Jokowi di Eropa berpikir reflektif. “Kenapa kota-kota di Eropa, kok sangat manusiawi, sangat tinggi kualitasnya baik kualitas penghargaan terhadap ruang gerak masyarakat sampai dengan kualitas terhadap lingkungan” lama ia merenung ini, akhirnya ia menemukan jawabannya “Ruang Kota dibangun dengan Bahasa Kemanusiaan, Bahasa Kerja dan Bahasa Kejujuran”. Tiga cara itulah yang kemudian dikembangkan setelah ia menduduki jabatan di Solo.

Setelah sukses di bisnis, Jokowi berpikir “Bagaimana ia bisa berterima kasih pada bangsanya” lalu ia mendapatkan jawabannya, bahwa contoh terbaik untuk berterima kasih adalah menjadi pemimpin rakyat yang bertanggung jawab. Lalu ia masuk ke dalam dunia politik dengan seluruh rasa tanggung jawab. Pertanggung jawaban politiknya adalah pertanggungjawa ban moral bukan karena ia mencari hidup dalam dunia politik, ia ikhlas dalam bekerja, baginya inilah cara berterima kasih pada bangsanya.

Ia masuk ke dalam dunia politik, awalnya tidak dipercaya, karena sosoknya lebih mirip tukang becak alun-alun kidul tinimbang seorang gagah yang hebat, dalam masyarakat kita, sosok dengan ‘bleger’ yang besar lebih diambil hati ketimbang orang dengan sosok kurus, ceking dan tak berwibawa itulah yang dialami Jokowi, tapi beruntung bagi Jokowi, saat itu masyarakat Solo sedang bosan dengan pemimpin lama yang itu itu saja, mereka mencoba sesuatu yang baru. Akhirnya Jokowi menang tipis.
Masyarakat mempercayainya dan ia menjawabnya dengan “Kerja” ia siang malam bekerja untuk kotanya, ia datangi tanpa lelah rakyatnya, ia resmikan gapura-gapura pinggir jalan, ia hadir pada selamatan-selam atan kecil, ia terus diundang bahkan untuk meresmikan pos ronda sebuah RW sekalipun. Ia bekerja dari akarnya sehingga ia mengerti anatomi masyarakat.

Suatu hari Jokowi didatangi Kepala Satpol PP. Kepala Satpol itu meminta pistol karena ada perintah pemberian senjata dari Mendagri. Jokowi meradang dan menggebrak meja “Gila apa aku menembaki rakyatku sendiri, memukuli rakyatku sendiri…keluar kamu…!!” kepala Satpol PP itupun dipecat dan diganti dengan seorang perempuan, pesan Jokowi pada kepala Satpol PP perempuan itu “Kerjalan dengan bahasa cinta, kerna itu yang diinginkan setiap orang terhadap dirinya, cinta akan membawa pertanggungjawa ban, masyarakat akan disiplin sendiri jika ia sudah mengenal bagaimana ia mencintai dirinya, lingkungan dan Tuhan. Dari hal-hal inilah Jokowi membangun kota-nya, membangun Solo dengan bahasa cinta….”.
Apakah di Jakarta ia tak bakalan mampu? banyak yang nyinyir bahwa Solo bukan Jakarta. Tapi apa kata Jokowi “Hidup adalah tantangan, jangan dengarkan omongan orang, yang penting kerja, kerja dan kerja. Kerja akan menghasilkan sesuatu, sementara omongan hanya menghasilkan alasan”
Jokowi berangkat dalam alam paling realistisnya. Kepemimpinan yang realistis, bertanggungjawa b dan kredibel. Beruntung Indonesia masih memiliki Jokowi, pada Jokowi : “Merah Putih ada harapan berkibar kembali dengan rasa hormat dan bermartabat sebagai bangsa.

Selasa, 04 Maret 2014

Jokowi Jangan Urusi Sampah Orang Kaya


Jokowi Jangan Urusi Sampah Orang Kaya




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diharapkan tidak lagi mengurusi sampah di pemukiman-pemukiman elit dan mewah di Jakarta. Pasalnya, dengan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah yang mewajibkan kawasan khusus seperti industri, mall, apartemen, hotel, hingga pemukiman mewah mengurus sampahnya sendiri.  

Pengamat persampahan dari Indonesia Solid Waste Asosiation (INSWA), Sri Bebassari menilai pengelolaan sampah swasta dengan swasta atau B to B seharusnya terus dikembangkan agar anggaran Pemerintah bisa digunakan untuk yang lain.

“Jadi pak Jokowi hanya urusi sampah kawasan pemukiman menengah bawah, pemukiman elit harus bawa sampahnya sendiri ke Bantargebang,” ujarnya, di Jakarta, Senin (17/2/2014).
Saat ini sejumlah perusahaan jasa kebersihan membentuk organisasi Asosiasi Jakarta Bersih (AJB) sebagai wadah. Pembina AJB, Amir Sagala mengatakan, AJB menjalankan konsep B to B dan tidak ada kaitan dengan pemerintah sama sekali, termasuk tidak menggunakan APBD.

Justru pihak swasta mengeluarkan uang untuk membayar retribusi ke Pemprov DKI Jakarta. Pihak swasta juga tetap menggunakan TPST Bantargebang sebagai tempat pembuangan. Sehingga mereka juga membayar tipping fee kepada pengelola TPST Bantergebang.

Saat ini, lanjutnya, AJB sudah terbentuk dan telah memiliki tenaga SDM serta sarana dan prasarana yang layak. Asosiasi ini akan melayani daerah-daerah mandiri dan kawasan usaha atau pabrik.
“Kita sedang sosialisasi terus, seperti daerah Pluit, kita tawarkan kepada pemukiman mewah di sana Rp 114.000  per bulan,” tuturnya.

Kepala Bagian Pengembangan dan Operasional AJB, Julius Wibowo menambahkan, pihaknya menghitung biaya yang dibebankan ke konsumen berdasarkan operasional pengangkutan sampah, retribusi daerah, dan juga tipping fee ke Bantargebang.
“Total biaya tipping fee dan retribusi saja mencapai 31 persen, sedangkan keuntungan kita hanya sekitar 15 persen,” ujarnya.

Julius menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta menetapkan biaya pengangkutan sampah B to B sebesar RP 500.000 hingga RP 1 juta per ton. Angka ini masih lebih murah dibandingkan di Singapura dan Malaysia.

(Ahmad Sabran)

Senin, 03 Maret 2014

Direstui Capres, Jokowi Bilang Tanya ke Bu Mega

Direstui Capres, Jokowi Bilang Tanya ke Bu Mega


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo enggan menjelaskan mengenai kabar bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri telah merestui dirinya menjadi calon presiden.

"Saya enggak tahu. Tanya saja ke Bu Mega," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (3/3/2014).

Jokowi pun mengaku hingga kini dirinya belum mendengar langsung dari Megawati mengenai restu untuk ikut dalam memperebutkan kursi RI 1 dalam Pemilihan Presiden 2014 pada bulan Juli mendatang.
"Belum. Kalau itu tolong tanyakan ke beliau (Megawati). Yang punya kewenangan beliau," kata mantan Walikota Solo ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, tersiar kabar bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri telah merestui Joko Widodo sebagai calon presiden sejak dua pekan lalu.

Selasa, 01 Oktober 2013

Melongok Lobi Meja Makan Ala Jokowi

Melongok Lobi Meja Makan Ala Jokowi
TEMPO.CO , Jakarta--Sekitar 13 orang duduk melingkar di meja makan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Perwakilan warga Penjaringan, Jakarta Utara akan mengutarakan unek-uneknya dalam soal relokasi Waduk Pluit, Selasa 21 Mei 2013 lalu.

Tak berselang lama, si empunya acara masuk ke ruang makan Gubernur.  Santap siang dimulai, Jokowi, sapaan akrab Gubernur, bahkan tak segan mempersilahkan tamunya makan lebih banyak darinya.
Agenda siang itu adalah satu, Jokowi ingin mendengar curhat warga soal relokasi Waduk Pluit. Makan siang dengan menu berbagai macam masakan laut ini terbukti sukses meluluhkan warga.

Buktinya, Waduk Pluit, Jakarta Utara, sekarang bersalin rupa. Waduk yang dulunya dipenuhi pemukiman kumuh sekarang menjadi ruang terbuka dengan segala fasilitasnya.

Lobi meja makan yang dilakukan Mantan Wali Kota Solo ini memang bukan hal baru. Di kota asalnya tersebut dia juga mengajak pedagang kaki lima makan untuk mendengarkan unek-unek mereka.

Hasilnya, PKL di Solo bisa ditertibkan dengan lancar. Di Jakarta cerita kesuksesan lobi meja makan berlanjut saat akan memindahkan Pedagang Tanah Abang. Pasar Tanah Abang yang awalnya momok macet bagi warga Jakarta sekarang bisa dibilang tertib tanpa PKL dipinggir jalan.


Cerita serupa yang paling mutakhir adalah pemidahan warga di Waduk Ria-Rio. Penduduk yang awalnya sempat melakukan aksi walk out saat akan pengundian rumah susun sewa sekarang luluh. Bahkan banyak warga berebut mendaftar di rusunawa.

Rekan kerjanya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta menilai lobi meja makan menjadi keahlian Jokowi. "Saya apresiasi langkah Jokowi, dia memang jago urusan seperti ini," kata Ketua Fraksi Hanura-Partai Damai Sejahtera Fahmi Zulfikar ketika dihubungi pada Senin, 30 September 2013.

Menurut Fahmi, Jokowi tahu bagaimana cara meluluhkan hati warga. Makan satu meja dengan Gubernur adalah salah satunya. Hal ini merupakan kejadian yang sangat jarang bagi masyarakat.


Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro berpendapat komunikasi Jokowi dengan warga lah kunci keberhasilannya. Menurut dia, gaya bahasa Jokowi memiliki kesan yang melekat di warga.

"Sekarang ini memang eranya pemimpin yang bisa berkomunikasi dengan masyarakat," ujarnya. Jokowi, menurut dia, mampu menempatkan diri pada posisi seorang pendengar yang setia.


SYAILENDRA

Sabtu, 07 September 2013

Megawati: Saya Rasakan Jokowi Dapat Getaran Soekarno

Megawati: Saya Rasakan Jokowi Dapat Getaran Soekarno
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri blak-blakan dirinya tidak pantas disebut sebagai Ibu Bangsa. Nama itu tepat ditujukan kepada Bung Karno, sebagai Bapak Bangsa, yang kemudian dirasakan ada pada diri Jokowi.

"Pak Jokowi saya rasakan mendapatkan getaran itu (diikuti tepuk tangan). Loh buat apa tepuk tangan, baru dapat getaran kok. (Tepuk tangan) Itu namanya reaktif," ujar Megawati saat pidato politik dalam Rekernas III PDI Perjuangan di Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Sebelumnya, Megawati bercerita dirinya membaca ulasan di surat kabar. Ia terhenyak ketika dirinya disebut sebagai Ibu Bangsa. Secara pribadi, dirinya tersenyum dengan sebutan itu tapi melihat penghormatan terlalu dini ditaruh di pundaknya.

"Status itu lebih pantas disematkan kepada proklamtor kita Bung Karno. Saya ajak untuk merenung sejenak, bagaimana nasib Bung Karno. Saya rasa Pak Jokowi mendapatkan getaran itu," katanya lagi.

Megawati Tunjuk Jokowi Bacakan Dedication of Life

Megawati Tunjuk Jokowi Bacakan Dedication of Life
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam Rapat Kerja Nasional III PDI Perjuangan di Econvention Hall, Ancol, Jakarta, Jumat (6/9/2013), Jokowi didapuk sebagai pembaca Dedication of Life yang pernah dibacakan Bapak Bangsa, Soekarno pada 10 September 1966.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, mengaku bukan tanpa asalan kenapa Gubernur DKI Jakarta itu yang ditunjuk untuk membacakan Dedication of Life dalam rakernas yang seluruh pengurus di tingkat DPP, DPD dan DPC.

"Untuk membaca Dedication of Life Bung Karno adalah Pak Jokowi. Katakan itu sebuah makna, sebuah regenerasi secara alami itu pasti berlanjut," ujar Megawati sebelum memberikan pidato politiknya. Alasan Megawati ini langsung disambut tepuk kader PDI Perjuangan.

Mendengar tepuk terus menggema, Megawati meminta berhenti. Ia mengaku, regenerasi terjadi di seluruh kader PDI Perjuangan dan itu sudah menjadi hukum alam. Pelajaran itu ia ambil dari Soekarno bahwa regenerasi adalah nature, alam yang terus berubah.

"Kalau Bung Karno bilang itu nature, alam. Jadi memang kalau kita melaksanakan hal itu, yang mengikuti rakernas harus menyadari, Bung Karno mengatakan tidak ada dalam pikiran beliau mau mengatakan sebagai presiden seumur hidup," ungkapnya.

Sebelumnya, suasana hening ketika Jokowi mulai membaca Declaration of Life. Di kiri kanan panggung, foto Soekarno terpampang di atas layar masing-masing berukuran kurang lebih enam kali tujuh meter.
Inilah Dedication of Life karya Soekarno yang dibacakan Jokowi.

Saya adalah manusia biasa. Saya dus tidak sempurna. Sebagai manusia biasa saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hanya kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada Bangsa. Itulah Dedication of Life ku.

Jiwa pengabdian inilah yang menjadi falsafaf hidupku, dan menghikmati serta menjadi bekal hidup dalam seluruh gerak hidupku. Tanpa jiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa. Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini, saya merasakan hidupku bahagia dan manfaat
Soekarno 10 September 1966.

Pujian Ketua KPK untuk Jokowi


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jakarta, sekaligus kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Joko Widodo, mendapat sanjungan, kali ini datang dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

Hal itu disampaikan Abraham saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Nasional III PDI Perjuangan di Ecovention, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (7/9/2013). Menurut Abraham, bentuk pelayanan publik yang diterapkan Jokowi bisa dicontoh kepala daerah lain.

"Saya melihat di sini ada Pak Jokowi. Pemerintah DKI Jakarta cukup bagus pelayanannya dan bisa jadi contoh," kata Abraham dalam pidato pengarahannya untuk kader, diikuti tepuk tangan kader PDI Perjuangan yang hadir dalam rakernas.

Bukan saja soal pelayanan, Abraham juga memuji Jokowi yang melaporkan gitar pemberian personel Metalica ke KPK. Aksi Jokowi ini mengingatkan bahwa gratifikasi yang diterima pejabat negara harus dilaporkan kepada KPK.

"Saya mengimbau seluruh kader PDI Perjuangan yang menjadi bupati, gubernur, DPRD Kota dan Propinsi, kalau masih mencintai dan menyayangi Bu Mega, kalian tidak boleh korupsi," kata Abraham memberi nasihat.

Dalam pemaparannya, Abraham menegaskan pihaknya sedang berkonsentrasi pada ketahanan pangan, Sumber Daya Alam dan lingkungan. "Kalau ini tidak dijaga saya khawatir anak cucu kita tidak dapat warisan," ucapnya.

"Ketiga soal pajak. Sektor perenerimaan pajak belum dioptimalisasi. Kita harus mengawasi sektor pajar dan PNBP. Kita harus punya kewajiban memperbaiki sektor ini," katanya lagi.

Dukungan Pencapresan Jokowi Mengalir dari Amerika

 Dukungan Pencapresan Jokowi Mengalir dari Amerika
TEMPO.CO , Jakarta:Komunitas Rakyat Indonesia untuk Jokowi mendesak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menjadi calon presiden. Menurut Ketua Komunitas, Jerry F. Monintja, desakan ini tak hanya dari masyarakat Indonesia tetapi juga dari luar negeri.
"Dukungan juga dari perwakilan kami, WNI di California, Colorado, Texas USA, Kanada, London, Belanda, Afrika Selatan, Hong Kong dan Kuala Lumpur," kata Jerry ketika ditemui saat aksi di depan Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan, Jumat, 6 September 2013. Dia berjanji siap memenangkan bila  Jokowi jadi calon presiden dari PDI Perjuangan.

Jokowi, kata Jerry, sosok yang bersih dari korupsi dan dipercaya oleh rakyat Indonesia. Calon presiden dari partai lain, Jerry merasa apatis dan masa bodoh. Menurut dia, rakyat sudah tak lagi percaya untuk memih wakil rakyat dan pemimpin lain. "Kami meminta Bu Mega berkenan mencalonkan Jokowi," ujar Jerry.
Rakernas III PDI Perjuangan digelar di Ancol, Jakarta Utara, pada tanggal 6-8 September 2013. Acara ini diikuti oleh 501 DPC dan 33 DPD sebagai peserta dan anggota Fraksi PDIP di DPR RI dan kepala daerah yang berasal dari partai berlambang banteng itu.

Dalam Rakernas, setiap daerah diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, termasuk mengenai pencalonan presiden pada 2014. Salah satu nama yang beredar untuk dicalonkan adalah Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta.

Selasa, 03 September 2013

Gerindra: Jokowi Tak Perlu Maju Capres

Gerindra: Jokowi Tak Perlu Maju Capres
TEMPO.CO , Jakarta: Partai Gerakan Indonesia Raya mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk menuntaskan kepemimpinanya sampai 2017. Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan janji memimpin Jakarta Jokowi dilontarkan dihadapan warga Jakarta selama masa kampanye pemilihan gubernur/wakil gubernur DKI.


"Jokowi sudah berjanji menjalankan amanah selama lima tahun," kata Muzani di kompleks parlemen Senayan, Selasa, 3 September 2013. Peringatan ini bukan bentuk intervensi pencalonan presiden dari PDI Perjuangan. Muzani hanya mengulangi janji Jokowi yang telah terucap.

Muzani membantah khawatir pencapresan Jokowi dari PDIP akan mempersulit calon yang bakal diusung Gerindra, yakni Prabowo Subianto. Dia tak yakin elektabilitas Prabowo turun bila dihadapkan dengan saingan siapapun.


Muzani menuturkan hubungan antara Gerindra dan PDI Perjuangan masih tetap baik. Dia berharap PDI Perjuangan mendukung pencalonan Prabowo sebagai presiden. "Dulu Prabowo mendukung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Pemilu, sekarang harapannya Mega gantian mendukung Prabowo," ujar Muzani.


Ketua Dewan Pimpinan Pusat, Puan Maharani meminta Gerindra tak khawatir bila PDI Perjuangan menetapkan Jokowi sebagai capres. Dia justru mengkritik permintaan Gerindra pada PDIP supaya mendukung pencapresan Prabowo Subianto. Apalagi itu dikaitkan dengan dukungan Gerindra terhadap pencapresan Megawati Soekarnoputri di Pemilu 2009. Gerindra terkesan melakukan jual-beli dalam setiap keputusan politik.


Puan meminta Gerindra menyelesaikan urusan internal dan tak perlu khawatir pencapresan Jokowi. Alasannya, hingga kini Jokowi masih membenahi Jakarta.

Sabtu, 31 Agustus 2013

PDIP Tidak Akan Lawan Keinginan Rakyat Terkait Jokowi

PDIP Tidak Akan Lawan Keinginan Rakyat Terkait Jokowi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Popularitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai salah satu kandidat Calon Presiden dalam Pilpres 2014 mendatang terus meningkat. Terkait hal tersebut Pakar Psikologi Politik UI Hamdi Muluk memperkirakan PDI Perjuangan tidak akan melawan keinginan masyarakat dalam konteks calon presiden yang akan diusung partai berlambang banteng tersebut.
"Kayaknya tidak mungkin PDIP melawan kehendak publik. Kecil kemungkinannya," ujar Hamdi di Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Menurut Hamdi, jika PDIP sampai mengambil kebijakan yang bertentangan dengan keinginan masyarakat akan terjadi politik alienation yang justru berpotensi menimbulkan kemarahan warga dan justru merugikan PDIP.
"Itu bahaya karena jika keinginan elit dengan rakyat terlalu jauh, maka massa akan marah. Nah kalau yang marah 40 persen, kalau kata survei, yang memilih Jokowi, apa gak kualat PDIP," tuturnya.
Namun Hamdi yakin PDIP hanya tengah mencari momen yang tepat untuk memutuskan secara resmi mencalonkan Jokowi sebagai Capres mereka.

"Saya agak yakin (PDIP akan calonkan Jokowi), dan bodoh sekali jika PDIP sudah melihat tingkat prevelensi begitu tinggi tapi justru memasang orang lain. Gak mungkinlah," tukasnya.
Ia menyebut ada beberapa hal yang mungkin menjadi pertimbangan partai yang menyatakan dirinya sebagai partai wong cilik itu untuk menunda pengumuman pencapresan Jokowi.
"Pertimbangan pertama tentu etika politik, tapi seperti saya katakan kita sebenarnya bisa melihat kualitas seseorang dari kinerjanya selama waktu tertentu, jadi tidak perlu Jokowi membuktikan selama 5 tahun," jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, Jokowi juga bisa melakukan hal yang ia terapkan saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saat itu Jokowi meminta maaf dan izin dari masyarakat Solo untuk menunaikan tugas yang lebih besar di Jakarta.

Hamdi melanjutkan, alasan kedua kemungkinan adalah PDIP masih menunggu kepastian perolehan suaranya untuk pemilu legislatif. Karena jika mereka dapat meraih perolehan suara lebih dari 20 persen maka akan lebih mudah bagi PDIP untuk menentukan calon presiden.

Alasan ketiga adalah untuk melindungi Jokowi dari serangan dan fitnah-fitnah politik yang potensial muncul jika Jokowi resmi diusung sebagai Capres.
"Jadi jangan sampai nanti Jokowi jadi target serangan politik," katanya.