LATAR BELAKANG BERDIRI PERUSAHAAN

CV. LUMADA bitha SUKSES berdiri berdasarkan pengalaman pendiri telah melakukan bidang usaha Trading dan Industri sejak tahun 2004 atas nama PT. Mulia Garmindo, Ropiko Lestari, dan bidang mining sejak tahun 2003 bergabung dengan CV. Kencana Sakti serta mengembangkan bidang SDM sejak 2003 dengan nama PT. Cahaya Arini Indah yang berkembang dan sangat dikenal oleh para klien karena memang pengalaman pendiri sebelumnya sebagai Manager HRD lebih dari 12 tahun diberbagai jenis perusahaan. Berdasarkan hal tersebut pendiri membuat nama perusahaan yang dinamakan CV. LUMADA bitha SUKSES yang membidangi sesuai pengalaman pendiri. Adapun arti daripada LUMADA bitha SUKSES adalah : LU MAu apa aDA BIsa teTapi HArus SUKSES yang meliputi :
Bidang GENERAL TRADING
MINING Trading Hasil Tambang - (001) - Batubara - (002) - Batu Mangan - (003) - Batu Besi - (004) - Mineral lainnya sesuai kebutuhan. AGRO BUSINESS Trading - (001) - Pinang - (002) - Coklat - (003) - dan lainnya sesuai kebutuhan. PUPUK CAIR Trading - (001) - Pupuk Organik BioTOP seperti BioTOP POP untuk Tanaman Lunak dan - (002) - BioTOP SAWIT untuk Tanaman Keras.
Bidang CHEMICALS
Meliputi : - (001) - Soda Ash Ansac Dense (Na2CO3) atau Sodium Carbonate America (USA) - (002) - Kaporit (CaOCl)2 atau Calcium Hypochlorite 60% Tjiwi - (003) - Kaporit (CaOCl)2 atau Calcium Hypochlorite 65% Tjiwi - (004) - Kaporit 65% (CaOCl)2 Powder Trichlon CP 65 China - (005) - Kaporit 90% (CaOCl)2 Tablet Triklorit 90 China - (006) - Kaporit 90% (CaOCl)2 Granulir Triklorit 90 China - (007) - Alumunium Sulfat Solid (Al2SO4) Bongkah 17% - (008) - Alumunium Sulfat Solid (Al2SO4) Granulir 17% - (009) - Alumunium Sulfat Solid (Al2SO4) Powder 17% - (010) - Alumunium Sulfat Solid (Al2SO4) Kible 17% - (011) - Alumunium Sulfat (Al2SO4) Liquid 12% - (012) - Alumunium Sulfat (Al2SO4) Liquid 10% - (013) - Alumunium Sulfat (Al2SO4) Liquid 8% - (014) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 14% - (015) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 12% - (016) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 10% - (017) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 8% - (018) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 250A Pacinesia - (019) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Liquid 280AC Pacinesia - (020) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Powder 250AN Pacinesia - (021) - Poly Alumunium Chloride Pacinesia 280AN - (022) - Poly Alumunium Chloride (PAC) 250AD - (023) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Powder Yellowish China - (024) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Powder Roller China - (025) - Poly Alumunium Chloride (PAC) Powder Spray China - (026) - Caustic Soda (NaOH) atau Sodium Hydroksida Liquid 48% - (027) - Caustic Soda (NaOH) atau Sodium Hydroksida Flake 98% Asahimas - (028) - Caustic Soda (NaOH) atau Sodium Hydroksida Flake 98% Tjiwi - (029) - Caustic Soda (NaOH) Micropearls atau Sodium Hydroksida 99% - (030) - Caustic Soda (NaOH) Micropearls atau Sodium Hydroksida 99% Thailand - (031) - Hydrochloric Acid (HCl) atau Asam Klorida 32% - (032) - Sodium Hypochlorite (NaOCl) 10-12% - (033) - Kianchem 116 (Al2O3) Liquid 7,5% - (034) - Kianchem 03 MC (Al2O3) Liquid 3% - (035) - Specta - (036) - Asam Sulfat (H2SO4) atau Sulphuric Acid 98% - (037) - Nitric Acid atau Asam Nitric (HNO3) 68% Belgia - (038) - Nitric Acid atau Asam Nitric (HNO3) 68% Korea - (039) - Acetid Acid atau Asam Asetat (C2SO4) Lokal - (040) - Acetid Acid atau Asam Asetat (C2SO4) USA - (041) - Formic Acid atau Asam Semut (CH2O2) 85% Kemira Belanda - (042) - Formic Acid atau Asam Semut (CH2O2) 94% Kemira Belanda - (043) - Glycerine atau Glycerol (C3H803) Lokal - (044) - Phosporic Acid atau Asam Fosfat (H3PO4) China - (045) - Phosporic Acid atau Asam Fosfat (H3PO4) Food Grade China - (046) - Pottasium Hydroxida atau Kalium Hydroksida (KOH) 90% China - (047) - Pottasium Hydroxida atau Kalium Hydroksida (KOH) 90% Korea - (048) - STTP China - (049) - Ammonium Chloride (NH4Cl) China - (050) - Zinc atau Ingot Anoda - (033) - Pottasium Permanganate BP 2000 China - (052) - Hydroflouride Acid 55 PCT Min China - (053) - Manganese Sulphate 98 PCT Min China - (054) - Ferric Chloride 98 PCT Min China - 055) - Magnesium Oxide India - (056) - Silica Gel White China - (057) - Silica Gel Blue China - (058) - Mercury 99,999 PCT Min Spain - (059) - Mercury 99,999 PCT Min USA - (060) - Alkohol 96 % (Tehnical Grade) - (061) - Polishing Powder 1x Super Quality Italy - (062) - Polishing Powder SP Super Quality Italy - (063) - Polishing Powder 5 Extra Super Quality Italy - (064) - Methyl Meta Acrylate (MMA) - (065) - Methacrylic Acid (MAA) - (066) - Butyl Acrylate (BA) - (067) - Acrilic Acid (AA) - (068) - 2-Ethyl Hexyl Acrylate (2EHA) - (069) - Ethyl Acrylate (EA) - (070) - Methylene Chloride - (071) - Sodium Bicarbonate 99% - (072) - Paravin Wax Semi & Fully Refined - (073) - Nickel Square 1 Inchi - (074) - Nickel Strip 60 Cm & 90 Cm - (075) - Nichel Sulphate (NiSO4) - (076) - Nickel Chloride (NiCl2) - (077) - Phos Copper Balls 27 mm - (078) - Of Copper Balls 27 mm - (079) - Copper Sulphate (CuSO4) - (080) - Chromic Acid (CrO3) - (081) - Zinc SHG - (082) - Zinc Alloy - (083) - Alumunium Alloy ADC - (084) - Coal Additive Centrum 6302 - (085) - Karbon Aktif - (086) - Sabun Cair Pembersih Tangan - (087) - Sabun Cair Pencuci Piring - (088) - Sabun Cair Pembersih Lantai - (089) - Sabun Cair Pembersih Kaca - (090) - Pembersih Porselin Lumada
Bidang TRANSPORTATION
Meliputi : Melayani angkutan Antar Pulau antar Propinsi via : - (001) - Darat - (002) - Laut - (003) - udara dengan Countener atau Truck, Kapal Laut, Dan lain - lain
Bidang MANPOWER SERVICE
Meliputi : (001) Pelatihan Membangun Kepercayaan Diri Melalui Pengembangan Sikap Mental (PMKD) - (002) - Pelatihan Sikap Mental - (003) - Konsultan SDM - (004) - Suplay tenaga kerja (Outsorcing) - (005) - Menyewakan tenaga kerja - (006) - Penyelesaian Perselesihan Perburuhan sebagai Mediasi Perusahaan
NEW PRODUCT
Tampilkan postingan dengan label Luar biasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luar biasa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2013

Menteri Termuda Austria Resmi Dilantik

 Menteri Termuda Austria Resmi Dilantik  
TEMPO.CO, Wina – Sebastian Kurz, Menteri Luar Negeri Austria yang baru berusia 27 tahun, akhirnya resmi dilantik pada Senin kemarin di Wina. Bersamaan dengan itu, Kanselir Austria, Werner Faymann, juga dilantik untuk kembali menjadi pemimpin negeri ini di lima tahun keduanya.

Dilaporkan Xinhua, pelantikan kabinet baru dipimpin langsung oleh Presiden Austria, Heinz Fischer di Istana Hofburg. Dalam sambutannya, ia menyerukan "kepercayaan di muka" dalam pemerintahan baru di tengah protes terhadap penutupan Kementerian Ilmu Federal dan kritik terhadap beberapa perubahan lainnya.
Selain kedua orang tersebut, dilantik pula Michael Spindelegger sebagai Menteri Keuangan. Ia berjanji untuk menyeimbangkan anggaran hingga tahun 2016.

Pemerintah baru akan menerapkan serangkaian langkah-langkah reformasi di bidang pajak, seperti menaikkan pajak tembakau dan alkohol, serta memerangi penggelapan pajak. Selain itu, pemerintah juga akan berfokus pada pensiun, serta perawatan anak dan sekolah.

Adapun Menteri Luar Negeri Austria yang baru tersebut telah begitu ramai diperbincangkan publik. Usianya yang begitu muda menempatkan dirinya sebagai menteri termuda dalam sejarah Austria dan Uni Eropa.

Kurz lahir di Wina, 27 Agustus 1986. Pada 2009, dia terpilih menjadi Ketua Pemuda Partai Rakyat Austria. Dia menjadi anggota Dewan Kota Wina periode 2010-2011. Pada April 2011, Kurz terpilih menjadi Menteri Integrasi, yang baru saja dibentuk. Dalam pemilihan umum Austria 2013, dia terpilih sebagai anggota Parlemen.

Minggu, 15 Desember 2013

Robert Budi Hartono Orang Terkaya di Indonesia



61966_NpAdvHover

Menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia selama beberapa tahun berturut-turut itulah R. Budi Hartono yang merupakan pemilik Grup Djarum, dilahirkan dengan nama lengkap Robert Budi Hartono pada tanggal 28 April 1941 di Kota Semarang, Ayahnya bernama Oei Wie Gwan pemilik usaha kecil Djarum Gramophon namanya diubah menjadi Djarum yang kelak menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. Robert Budi Hartono yang memiliki nama Tionghoa Oei Hwie Tjhong oleh Majalah Forbes dicaatat memiliki kekayaan sebesar 8,5 Milyar Dollar atau 82.50 Trilyun Rupiah dan merupakan Orang terkaya nomor satu selama beberapa tahun di Indonesia dan urutan 131 terkaya didunia. Semua berawal dari Mr. Oei Wie Gwan yang membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dann kemudian mengubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek “Djarum” yang ternyata sukses di pasaran.

Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963, Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Robert dan kakaknya yaitu Michael Budi Hartono menerima warisan ini setelah ayahnya meninggal. Pada saat itu pabrik perusahaan Djarum baru saja terbakar dan mengalami kondisi yang tidak stabil. Namun kemudian di tangan dua bersaudara Hartono, Perusahaan Djarum bisa bertumbuh menjadi perusahaan raksasa. Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tahun 1981. Saat ini, Di Amerika Serikat pun perusahaan rokok ini memilki pangsa pasar yang besar. Dan di negeri asalnya sendiri, Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 milyar batang pertahun atau 20% dari total produksi nasional. Seiring dengan pertumbuhannya, perusahaan rokok ini menjelma dari perusahaan rokok menjadi Group Bisnis yang berinvestasi di berbagai sektor. Djarum mereka, dilarang di Amerika Serikat sejak 2009 bersama dengan rokok kretek lainnya, karena telah diluncurkannya Dos Hermanos, sebuah cerutu premium pencampuran tembakau Brasil dan Indonesia.

Robert Budi Hartono dengan Group Djarum yang dipimpinnya pun melebarkan sayap ke banyak sektor antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia. Diversifikasi bisnis dan investasi yang dilakukan Group Djarum ini memperkokoh Imperium Bisnisnya yang berawal di tahun 1951. Di bidang Agribisnis, Robert bersama Michael memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektar yang terletak di provinsi Kalimantan Barat dari tahun 2008. Mereka bergerak di bawah payung Hartono Plantations Indonesia, salah satu bagian dari Group Djarum. Di bidang properti, banyak proyek yang dijalankan di bawah kendali CEO Djarum ini, R. Budi Hartono, dan yang paling besar adalah mega proyek Grand Indonesia yang ditantangani pada tahun 2004 dan selesai pada tahun 2008. Proyek ini mencakup hotel (renovasi dari Hotel Indonesia), pusat belanja, gedung perkantoran 57 lantai dan apartemen. Total nilai investasinya 1,3 Triliun rupiah.

Majalah Globe Asia menyatakan Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 4,2 miliar dolar AS atau sekitar 37,8 triliun rupiah. Pada tahun yang sama, R. Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Hartono di bawah bendera Group Djarum melebarkan investasi ke sektor perbankan. Dan mereka menjadi pemegang saham utama, menguasai 51% saham, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini. Berdasarkan data dari Bank Indonesia akhir tahun 2011 nilai aset BCA sebesar Rp 380,927 Triliun (tiga ratus delapan puluh koma sembilan ratus dua puluh tujuh rupiah). BCA yang secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi di tahun 1997. Dan bukti eksistensi grup Djarum adalah gedung pencakar langit di kompleks mega proyek Grand Indonesia diberi nama Menara BCA. Karena bank BCA menjadi penyewa utamanya dari tahun 2007 hingga 2035. Dengan demikian tergabunglah lingkungan operasional dua raksasa bisnis Indonesia di tengah-tengah pusat ibukota yang menjadi bukti keberkuasaan Djarum di kancah bisnis Indonesia.

Robert Budi Hartono menikah seorang wanita bernama Widowati Hartono atau lebih akrab dengan nama Giok Hartono. Bersamanya Widowati Hartono, Pemilik PT Djarum ini memiliki tiga orang putra yang kesemuanya telah menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono. Disisi lain, Robert Budi Hartono Sangat menyukai olahraga bulutangkis yang bermula dari sekedar hobi lalu mendirikan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum pada tahun 1969. Dari lapangan bulutangkis di tempat melinting kretek, Robert Budi Hartono menemukan talenta anak muda berbakat asli Kudus. Anak muda itu dimatanya, memiliki semangat juang yang tinggi, mental yang hebat dan fisik yang prima. Tak salah intuisinya, karena dalam kurun waktu yang tidak lama, anak itu mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Anak muda itu adalah Liem Swie King, yang terkenal dengan julukan “King Smash”.

Disamping itu bersama kakaknya yaitu Michael Budi Hartono, mereka menjadi pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik. Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak di bawah bendera Polytron yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Perusahaan Polytron ini kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya meproduksi AC, kulkas, produk video dan audio, dan dispenser. Melalui perusahaan yang baru dibuat yakni Ventures Global Prima Digital, mereka juga membeli Kaskus, yang merupakan salah satu situs terbesar di Indonesia.

Selasa, 03 September 2013

10 Keluarga TerKaya di Dunia

Liputan6.com, Quebec : Nama Bill Gates sebagai orang paling kaya di dunia pasti tak asing lagi di telinga masyarakat duni. Namun bagaimana jadinya jika sebuah keluarga mengelola bisnis bersamaan dan menyimpan sejumlah saham di berbagai perusahaan global. Tentu pundi-pundi kekayaannya kian bertumpuk.
Seperti melansir The Richest, Selasa (3/9/2013), terdapat beberapa miliarder dunia yang mewarisi kekayaan pada keluarganya.

Kekayaan itu ternyata tak dihabiskan begitu saja, tapi dikelola dan diputar agar menghasilkan lebih banyak uang. Hasilnya mereka pun kian menancapkan dinasti keluarganya di dunia.  Berikut 10 keluarga paling kaya di dunia:

1. Carlos Slim Helu dan keluarga
Jumlah kekayaan: US$ 73 miliar (Rp 830,08 triliun)
Carlos Slim Helu merupakan kepala keluarga terkaya di dunia. Keluarga tersebut memiliki perusahaan keuangan Grupo Financiero Inbursa serta perusahaan ritel dan industri, Grupo Carso.
Dia dan keluarganya juga memiliki perusahaan telepon genggam yang beroperasi di kawasan Amerika Latin, America Movil. Perusahaan alat komunikasi itu memiliki saham di KPN, Belanda dan Telekom, Austria.
Sektor bisnis keluarganya juga mencakup infrastruktur, pertambangan dan real estate. Anak-anaknya, Marco Antonio dan Patric bertanggung jawab di beberapa perusahaannya.

2. Liliane Bettencourt dan keluarga
Jumlah kekayaan: US$ 30 miliar (Rp 341,1 triliun)
Keluarga Bettencourt mewarisi kekayaannya dari kepala keluarganya yang memiliki 30% saham LOreal, raksasa perusahaan kosmetik di Perancis.
Meski demikian, anggota keluarganya tak akur satu sama lain. Liliane merupakan wanita terkaya di dunia saat ini berusia 90 tahun dan berusia sangat tua.
Dia mendorong anak dan cucunya untuk menggantinya. Dia berharap cucunya, Jean Victor mau bertanggung jawab melanjutkan bisnis LOreal.
Wanita kaya ini juga dilaporkan telah memberikan hadiah US$ 1 miliar pada seorang fotografer bernama Francois Marie Banie.

3. Bernard Arnault dan keluarga
Jumlah kekayaan: US$ 29 miliar (Rp 329,7 triliun)
Bernard Arnault merupakan pimpinan sekaligus CEO perusahaan barang-barang mewah berskala internasional yang berbasis di Perancis, Moet Hennessy Louis Vuitton atau LVMH.
Keluarganya juga memiliki saham di Christian Dior. Pria asal Perancis ini sempat mengundang kontroversi saat mengajukan izin berkewarganegaraan Belgia. Banyak orang yakin hal ini berkaitan dengan rezim pajak di negara asalnya.

4. Christy Walton dan keluarga
Jumlah kekayaan: US$ 28,2 miliar (Rp 320,6 triliun)
Christy merupakan janda dari John Walton salah satu anak dari Sam Walton, pendiri Wal-Mart. Setelah Sam meninggal, anak-anaknya mengambil alih saham di perusahaan tersebut.
John meninggal pada 2005 akibat kecelakaan pesawat dan meninggalkan Christy bersama seorang anaknya. Dia beserta keluarga mewarisi seluruh kekayaan John termasuk dividen Wal-Mart bernila hingga US$ 430 juta pada 2012. Investasi sampingan di First Solar juga meningkatkan kekayaannya lebih dari keluarga kandung Walton lainnya.

5. Michele Ferrero dan keluarga
Jumlah kekayaan: US$ 20,4 miliar (Rp 231,9 triliun)
Setelah Pietro Ferrero meninggal pada tahun 1950-an, seluruh bisnis coklatnya jatuh ke tangan anaknyam Michele Ferrero. Dia berupaya keras mengembangkan bisnis warisan ayahnya tersebut menjadi produsen gula-gula terbesar di dunia. Sejumlah produk yang telah dikeluarkannya termasuk  Ferrero Rocher hazelnut chocolates, Nutella and Tic Tac.
Perusahaan Italia ini memiliki lebih dari 70 cabang perusahaan dan 15 lahan produksi coklat dengan 22 ribu karyawan. Perusahaan tersebut tercatat sangat kuat di kawasan Amerika Serikat (AS), Rusia dan Brasil, tiga dari negara-negara terbesar di dunia.
Dia memiliki dua anak laki-laki Pietro dan Giovani. Saat ini Giovanni menggantikan almarhum ayahnya menjadi CEO di seluruh perusahaan Ferrero Group.

6. David Thomson dan keluarga
Jumlah kekayaan: US$ 20,3 miliar (Rp 230,8 triliun)
Keluarga Thomson memiliki perusahaan swasta bernama Woodbridge yang dipimpim David Thomson dan adiknya Peter. Keluarga tersebut memiliki 55% perusahaan media informasi bernama Thomson Reuters.
David berperan sebagai pemimpin direksi di perusahaan tersebut, seperti surat kabar Globe dan Mail di Kanada. Keluarga tersebut juga memiliki saham di IHS dan Strategic Hotel and Resorts, perusahaan pengelola investasi real estate.

7. Thomas & Raymond Kwok dan keluarga
Jumlah kekayaan: US$ 20 miliar (Rp 227,4 triliun)
Pemilik perusahaan properti di Hong Kong Thomas & Raymond Kwok. Bersama dengan ibunya, Kwong Siu-hing, keluarga tersebut mengelola Sun Hung Kai Propertis, pemain dominan di bidang industri real estate.
Kepala keluarganya yang mendirikan perusahaan tersebut telah meninggal pada 1990. Dua bersaudara tersebut saat ini dikabarkan terlibat skandal bernilai US$ 4 juta dan tengah menunggu panggilan persidangan.

8. Theo Albrecht Junior dan keluarga
Jumlah kekayaan: US$ 18,9 miliar (Rp 214,9 triliun)
Pria ini merupakan anak satu-satunya dari Theo Albrecht yang mendirikan perusahaan grosir besar di Jerman dan di kawasan Eropa pada 1960-an.
Setelah Albrecht meninggal dia meninggalkan seluruh kekayaannya pada dua anak laki-lakinya Theo Jr. dan Berthold. Namun sayangnya, pada 2012 lalu Berthold meninggal dunia.
Dia meninggalkan satu orang istri dan lima anak. Seluruh bisnis yang ditinggalkan ayahnya dikelola bersama oleh pihak keluarga. 
Keluarga tersebut memiliki sejumlah saham di berbagai perusahaan. Diantaranya adalah Aldi Nord, supermarket Jerman dan ritel grosir AS, Trader Joes.

9. Alberto Bailleres Gonzalez dan keluarga
Jumlah kekayaan: US$ 18,2 miliar (Rp 206,9 triliun)
Keluarga miliarder Meksiko Alberto Bailleres Gonzales memliki saham di berbagai sektor dan industri lewat perusahaannya, Group Bal.
Gonzalez merupakan pimpinan pertambangan perak terbesar dunia bernama Industrias Penoles. Keluarganya juga juga mengelola sejumlah supermarket Grupo Palacio de Hierro, perusahaan asuransi Grupo Nacional Provincial, dan perusahaan penyedia dana pensiun Grupo Profuturo. Keluarga Gonzales juga memiliki saham di FEMSA, perusahaan produsen botol Coca cola.

10. Iris Fontbona dan keluarga
Jumlah kekayaan: US$ 17,4 miliar (Rp 197,8 triliun)
Saat miliarder asal Chili Andronico Luksic meninggal pada 2005, dia mewariskan seluruh bisnisnya pada keluarganya yaitu sang istri Iris Fontbona dan ketiga anaknya, Jean Paul, Andronico, dan Guillermo.
Keluarga tersebut mengendalikan salah satu tambang tembaga terbesar di dunia bernama Antofagasta. Iris dan ketiga anaknya juga memiliki saham di perusahaan produsen minuman Quinenco.
Keluarga Fontbona juga memiliki saham di sektor perbankan, energi, jasa dan transportasi. Tak hanya itu, dua resort di Kroasia juga tercatat milik keluarga tersebut.
(Sis/Nur)

Minggu, 02 Juni 2013

Inilah Para Mantan Karyawan Yang Sukses Berbisnis

Inilah Para Mantan Karyawan Yang Sukses Berbisnis Hits : 72 PDF Cetak E-mail
Minggu, 02 Juni 2013 17:12
wirausaha
Kesuksesan setelah berhenti dari pekerjaan kantoran Anda memang bukan jaminan. Namun untuk beberapa orang bisa beruntung setelah mengatakan 'Saya berhenti". Dengan kerja keras dan kebulatan tekad, mereka kini bisa berbalik mendulang sukses.
Berikut kisah sukses orang-orang setelah berhenti dari pekerjaannya. Orang-orang ini bisa mendulang jutaan dolar dan menciptakan kekayaannya sendiri. Berikut 10 orang-orang beruntung itu, seperti dikutip dari CNBC.

1. Shep dan Ian Murray, Vineyard Vines
Karena merasa frustasi bekerja di kantor, dua bersaudara, Shep dan Ian Murray pada tahun 1998 resmi undur diri dari perusahaan tempat mereka bekerja. Shep Murray mengundurkan diri, disusul saudaranya 10 menit kemudian.
Mereka selanjutnya mendirikan Vineyard Vines, sebuah dasi yang berbasis di Martha's Vineyard. Ide mereka mengambil uang tunai dari kartu kredit sempat dicemooh dan dinilai bodoh.
Pada awalnya, mereka menjual dasi-dasi itu di tas ransel, di pantai, di kapal dan di bar. Saat ini ada 18 toko ritel Vineyard Vine di seluruh negara, dan jaringannya dapat ditemukan di hampir 500 toko. Vineyard Vine diperkirakan mampu mencetak penjualan hingga US$ 100 juta pada tahun 2011.

2. Rick Wetzel dan Bill Phelps, Wetzel's Pretzels
Rick Wetzel dan Bill Phelps dulunya sama-sama bekerja di Nestle ketika konsep Wetzel's Pretzels terlahir. Keduanya sedang dalam perjalanan bisnis ketika Wetzel mengatakan kepada Phelps tentang ide istrinya untuk membuat pretzel yang besar dan lembut dan dijual di mal. Malam itu, mereka duduk di bar dan menggambarkan rencana bisnisnya pada sebuah kain serbet.
Mereka menggandeng partner untuk menciptakan resep di dapur Phelp. Dan ketika waktunya tiba untuk membuka toko, mereka mencoba meyakinkan pemilik mal untuk datang ke rumah mereka dan mencoba kreasinya. Dan ternyata pemilik mal itu menyukai rasanya, sehingga mau menyewakan tempat untuk toko pertama Wetzel's Pretzels.
Di tahun 1994, Wetzel dan Phelps mendapatkan keberuntungannya ketika mereka mendapatkan beberapa paket penawaran (untuk berhenti) dari Nestle. Saat ini tercatat ada 250 toko Wetzel's Pretzel di seluruh AS. Penjualan di seluruh wilayah diperkirakan mencapai US$ 100 juta dengan pertumbuhan penjualan mencapai 9% pada tahun 2011.

3. Terry Finley, West Point Thoroughbreds
Terry Finley menyelesaikan tugas militernya pada tahun 1990 ketika dia dan istrinya, Debbie kemudian membeli kuda seharga US$ 5.000. Kuda yang diberi nama Sunbelt itu memenangkan pacuan pertamanya.
"Melakukan apa yang Anda cintai dan membuatnya profesional adalah jauh lebih baik ketimbang hanya sekedar bekerja untuk hidup," jelas Finley.
West Point Thoroughbreds sekarang membeli 20-25 kuda setiap tahun, membentuk kelompok investor yang dapat meraup laba ketika kuda-kudanya menang, mengembangbiakkan dan menjual kuda-kuda tersebut. Sejak tahun 2007, kuda-kuda mereka telah memenangkan lebih dari 20% pacuan, sehingga membuat mereka bisa meraup US$ 16 juta. Penjualan tahunan mereka mencapai US$ 7 juta.

4. Dana Sinkler dan Alex Dzieduszycki, Terra Chips
Dana Sinkler dan Alex Dzieduszycki sebelumnya bekerja untuk chef bintang, Jean-Georges Vongerichten di restoran bintang empatnya, Lafayette di New York. Mereka kemudian memutuskan berhenti dan ingin menciptakan sebuah sajian khusus untuk disajikan di bar, namun mereka ingin sesuatu yang berbeda dari elaborasi satu piringan penuh sayuran atau crudité platters, yang populer pada saat itu. Jadi pada tahun 1990, mereka bereksperimen dengan menggoreng sayur-sayuran di dapur apartemen kecil Sinkler.
Dan ternyata keripik sayur-sayuran kreasi mereka 'Terra Chips' menjadi sangat populer dan bisa dijual di toko. Sebuah perusahaan swasta membeli 51% saham mereka pada tahun 1995, dan pada tahun 1998 Hain Celestial membeli Terra Chips sebagai bagian dari kesepakatan senilai US$ 80 juta dengan 3 perusahaan lain. Pada saat itu, ujar Dzieduszycki , Terra Chips memiliki penjualan hingga US$ 23 juta.
Sinkler dan Dzieduszycki telah bergerak ke perusahaan baru. Sinkler kini telah memulai bisnis restoran baru yang disebut Hubee D's, sementara Dzieduszycki memulai Julian's Recipe, yang menjual waffle beku.

5. Adam Lowry dan Eric Ryan, Method
Adam Lowry dulunya bekerja sebagai ilmuwan iklim, sementara Eric Ryan bekerja di bidang periklanan. Keduanya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mengembangkan bisnis produk pembersih yang ramah lingkungan, Method. Pada saat itu tidak banyak pilihan untuk produk kebersihan yang tidak mengandung unsur-unsur kimia berbahaya. Sehingga dua orang yang berteman baik sejak anak-anak itu mulai melakukan riset dan Lowry bahkan mencampur bahan kimia di bak cuci apartemen mereka.
Mereka menggabungkan dana hingga US$ 200.000 dari keluarga, teman dan memulai Method pada tahun 2000. Method telah menjadi sebuah perusahaan swasta dengan pertumbuhan paling cepat di Amerika dengan produk sekitar 100 mulai dari sabun tangan hingga sabun cuci piring dan pembersih kamar mandi. Pendapatan kotor perusahaan itu diperkirakan mencapai US$ 100 juta.

6. Rod Johnstone, J/Boats
Rod Johnstone berusia 38 tahun dan bekerja sebagai sales untuk publikasi kapal ketika memutuskan untuk berhenti dan mewujudkan mimpi perahu layarnya. Ia semula sangat menikmati, namun kemudian merasa pertumbuhannya tidak cukup cepat. Orang tuanya kemudian mendonasikan kayu yang bernilai beberapa ratus dolar, dan Johnstone kemudian mulai membangun kapal di garasinya. Satu setengah tahun kemudian kapal impiannya rampung dan ia mulai mengikutkannya dalam perlombaan. Didorong oleh kesuksesannya, Johnstone memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mewujudkan impiannya.

7. Andy Schamisso, Inko's White Tea
Pada tahun 2002, Andy Schamisso bekerja sebagai public relations namun tidak merasa nyaman. Suatu hari, ketika istrinya tidak dapat menemukan teh putih untuk es tehnya, Schamisso menemukan panggilannya. Ketika sedang mencarinya di internet, ia menemukan keuntungan keseatan dan memutuskan membawa resep istrinya ke orang lain.
Jadi setelah 13 tahun di perusahaan PR, Schamisso memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai Inko’s White Tea, yang dinamakan seperti anjingnya. Setelah mendapatkan cukup uang untuk membuat 6.000 kotak, Schamisso pergi ke jalanan di New York untuk menjual produknya. Setahun kemudian, order sudah beruba dari kardus-kardus ke truk-truk. Saat ini ada 14 jenis Inko’s White Tea di pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan tahunan perusahaan mencapai US$ 3 juta.

8. Kim dan Beaver Raymond, Marshmallow Fun Company
Kim dan Beaver Raymond, keduanya sama-sama mengatakan "Saya Berhenti" setelah mainan yang semula mereka ciptakan untuk anak-anak mereka berubah menjadi mainan yang sangat hits. Dua bersaudara itu sebelumnya sama-sama bekerja di industri fesyen. Pada tahun 2002, mereka membuat mainan tembakan dari pipa PVC untuk pesta ulang tahun anak mereka. Dipicu oleh kesuksesan pertempuran makanan yang mereka saksikan, pasangan itu dan beberapa temannya kemudian menggambarkan bagaimana membangun dan memasarkan mainan baru tersebut  dan Marshmallow Fun Company terlahir.
Pada tahun 2010, Marshmallow Fun Company menjual lebih dari 7 juta tembakan mainan anak-anak.

9. Rocky Patel, Rocky Patel Cigars
Rocky Patel merupakan pengacara entertainment Hollywood, sebelum akhirnya sukses mengembangkan bisnis cerutu.  Patel melihat sebuah kesempatan untuk menciptakan produk yang ia pikir hilang dari pasar. Jadi iapun meninggalkan bisnis hukum dan mulai memroduksi cerutu pada tahun 1996, mengubah rumahnya di California menjadi kotak tembakau.
Setelah awal yang sangat sulit, Patel memutuskan untuk memindahkan bisnisnya ke Florida dimana sebagian besar perusahaan cerutu AS berada. Ia mendapat sukses besar pada tahun 2003 dengan Rocky Patel Vintage Series yang mendapatkan peringkat tinggi dan pujian.
Rocky Patel Cigars saat ini memroduksi 200.000 cerutu setiap tahunnya, dengan penjualan lebih dari US$ 40 juta pada tahun 2011.

10. Paul English, Kayak
Paul English bekerja di sebuah perusahaan modal, Greylock pada tahun 2004 ketika Steve Hafner yang mendirikan Orbitz mengungkapkan ide untuk membuat perusahaan perjalanan yang berbeda. Setelah melakukan pertemuan selama 1 jam dan 3 gelas minuman, English dan Hafner membentuk Kayak, sebuah mesin pencari perjalanan online. English pun berhenti dari pekerjaannya di Greylock dan mulai menjadi chief technology officer untuk website baru itu.
Kayak menjadi tempat pencarian ratusan situs perjalanan yang lengkap karena ada tarif pesawat, hotel, sewa mobil dan kini berada di peringkat 1 untuk pasar tersebut. Kayak juga menyampaikan dokumen untuk IPO pada tahun 2010, meski hingga kini belum juga dilakukan. Perusahaan tersebut dilaporkan meraup pendapatan hingga US$ 170,6 juta pada 9 bulan pertama di 2011. Kayak memproses 670 juta pengguna informasi perjalanan dan memiliki 5 juta download aplikasi mobile pada periode tersebut. (bn)

Rabu, 17 April 2013

Kisah Salesman Mesin Tik Jadi Bos Lion Air

Kamis, 18 April 2013 - 10:00:30 WIB
artikel-bisnis Kisah Salesman Mesin Tik Jadi Bos Lion Air
Diposting oleh : admineciputra    - Dibaca: 128 kali



rusdikRusdi Kirana pengusaha Indonesia yang mengagetkan dunia dengan pembelian Airbus terbesar sepanjang sejarah yang disaksikan langsung Presiden Prancis Francois Holland, merintis bisnisnya dari penjual mesin ketik .
Bersama dengan pemesanan Boeing senilai 21 milyar dollar yang disaksikan Presiden Amerika Barack Obama hampir setahun lalu, jumlah uang yang telah Rusdi Kirana gelontorkan, nilainya bisa menutupi dana talangan Uni Eropa untuk Siprus.
Meski selama di Prancis, pemilik Lion Air itu menerima penghormatan sebagaimana layaknya pimpinan negara, namun dia tetap memperlihatkan sikap rendah hati.
Meski pengusaha berusia 49 tahun itu kini mencatat rekor pembelian dengan dua pabrik pembuat jet terbesar dunia, tapi hingga kini dia tetap memilih gaya hidup sederhana dan duduk di kelas ekonomi saat bepergian sendiri.
“Saya lebih memilih terbang dengan kelas ekonomi, tapi kadang-kadang itu membuat para pemasok (perusahaan pembuat pesawat untuk Lion Air-red) gelisah. Saya tidak ingin membuat mereka marah,” kata Kirana bercanda.
Namun hingga kini sosok Rusdi apalagi saudara laki-lakinya Kusnan Kirana masih menjadi misteri. Bersama-sama mereka memulai bisnis penerbangan dengan modal satu pesawat jet 12 tahun lalu.
Meski ekspansi bisnis Lion Air menarik perhatian dunia, perusahaan itu masih menghadapi masalah dengan citra.
Isu standar keselamatan dan ketepatan waktu terbang masih bayangi bisnis Lion Air.
Mereka punya reputasi soal delay dan masih dilarang untuk terbang di atas langit Uni Eropa dan masuk daftar pemantauan terkait masalah standar keselamatan. Kirana menyebut ini tidak adil.
“Itu membuat tidak ada perbedaan apakah saya membeli pesawat Airbus atau tidak, tapi saya berharap akan ada kemajuan,” kata dia.
Lion Air menguasai sekitar 45 persen pasar domestik di Indonesia dengan tawaran tiket murah dengan motto “We Make People Fly“. Tapi untuk memenuhi mimpi meraup target pasar 60 persen, mereka susah payah mencari para pilot dan teknisi.
Perusahaan itu kini sedang membangun rumah untuk 10 ribu orang termasuk keluarga karyawan. Pembangunan itu sudah hampir rampung. Kebijakan itu dinilai para pengamat sebagai sesuatu yang masuk akal di tengah persoalan kemacetan lalu lintas di ibukota Jakarta.
Rusdi Kirana sendiri memiliki rumah di Indonesia, Singapura dan Malaysia, namun dia ingat hari-hari ketika dia berangkat ke sekolah dengan perut lapar.
Rusdi Kirana memulai karir sebagai penjual mesin ketik Amerika `Brother`. Bersama saudara laki-lakinya Kusnan. Awalnya mereka membangun sebuah perusahaan biro perjalanan bersama, lalu kemudian mendirikan maskapai penerbangan dengan modal satu pesawat jet pada Juni 2000.
Tahun lalu, Rusdi dan Kusnan Kirana berencana menjual saham perusahaan itu senilai lebih dari 1 milyar dollar, tapi rencana itu tertunda karena situasi pasar yang tidak stabil. Jika perusahaan itu jadi menjual sahamnya tahun 2015 sesuai rencana, maka maskapai penerbangan itu wajib membuka laporan keuangannya.
“Kami tidak suka terlalu banyak pamer kepada orang-orang, kami hanya ingin bekerja,” kata Rusdi Kirana suatu ketika setahun yang lalu. “Anda bisa menelepon bankir saya. Mereka tidak akan mau membiayai sebuah perusahaan jika tidak sangat bagus.”
Namun, beberapa kalangan cemas bahwa tingkat suku bunga yang rendah dan kredit ekspor barat-lah yang telah membantu maskapai murah di Asia membanjiri pasar dengan pesawat-pesawat baru.
Kirana juga adalah sebuah contoh utama apa yang disebut sebagai "key man risk" -- sebuah situasi di mana perusahaan mempunyai ketergantungan berlebih pada pimpinan perusahaan.
Itu adalah gambaran yang sama dengan rival utamanya Tony Fernandes, pemilik AirAsia. Tapi jika Fernandes bermandikan sorotan sebagai pemilik klub sepakbola liga utama Inggris QPR dan aktif di Twitter, Kirana sebaliknya jarang memberikan kesempatan wawancara. “Medan pertarungan kami adalah di pasar,” kata Rusdi Kirana. (ant/as/img:google)