LATAR BELAKANG BERDIRI PERUSAHAAN
| ||
| ||
| ||
| ||
| ||
| NEW PRODUCT |
Sabtu, 31 Agustus 2013
Kirim TCCA 90% Tablet ke Costumer
Kirim Kimia TCCA 90% Tablet ke Costumer.
Inilah Perusahaan CV LUMADA bitha SUKSES yang bergerak bidang (General Trading ~ Chemicals ~ Transportation ~ Manpower Service)Jika anda berminat dapat menghubungi Marketing (021) 557 52 101 atau (021) 961 52 111 atau (021) 991 52 111 atau (021) 948 02 111 atau 08181 52 111 atau 0812985 52 111 atau email lumada.bsukses@yahoo.co.id atau klik website : http://lumada-group.com atau http://lumada-group.blogspot.com atau http://indonetwork.co.id/lumada-group atau http://kernol.tokobagus.com
Jokowi Setujui Penggantian Nama Jalan di Jakarta
Jakarta (Antara) - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) menyetujui usulan yang disampaikan oleh Panitia 17 terkait
penggantian sejumlah nama jalan raya di ibu kota.
Menurut Jokowi, penggantian nama-nama jalan tersebut dilakukan atas pertimbangan penghargaan kepada para pahlawan nasional, sekaligus dengan tujuan rekonsiliasi.
"Kita ingin membangun sebuah rekonsiliasi melalui nama-nama pahlawan itu, makanya saya setuju dengan usulan ini. Sekarang, rencana ini masih kita matangkan," ujar Jokowi.
Jokowi mengaku tidak keberatan jika penggantian nama-nama jalan tersebut harus dilakukan atas izin Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, yakni melalui Keputusan Presiden (Kepres).
"Jadi, nanti usulan dari Panitia 17 ini disampaikan ke Gubernur DKI. Kemudian, Gubernur membuat surat dan menyampaikannya kepada Presiden RI," tutur Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga mengaku tidak keberatan jika nantinya penggantian nama-nama jalan itu berdampak pada perubahan kode pos, kop surat dan lain-lain.
"Kalau nanti ada yang harus berubah, ya tidak apa-apa. Itu kan konsekuensinya. Rencananya, sosialisasi nama-nama jalan yang baru ini akan mulai kita lakukan bulan depan, September 2013," ungkap Jokowi.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia 17 Jimly Ashidique menerangkan sejumlah nama jalan yang akan diganti itu, antara lain Jalan Medan Merdeka Utara menjadi Jalan Soekarno dan Jalan Medan Merdeka Selatan menjadi Jalan Mohammad Hatta.
"Sedangkan, rencananya, untuk Jalan Medan Merdeka Barat akan menjadi Jalan Soeharto dan Jalan Medan Merdeka Timur menjadi Jalan Ali Sadikin. Tapi, untuk kedua jalan ini masih kami matangkan rencananya. Ini masih belum keputusan final," tambah Jimly. (04)
JK dan Mahfud Tolak Konvensi, Demokrat Tetap Pede
TEMPO.CO, Jakarta
--Komite Konvensi Demokrat optimis penolakan dua tokoh nasional, Jusuf
Kalla dan Mahfud Md terhadap penjaringan calon presiden ala partai
berlambang mercy ini tak akan berpengaruh bagi calon lainnya. Penolakan
Mahfud dan JK dinilai sebagai hak politik.
Menurut Suaidi, komite tak bisa menghalang-halangi niat mundur para peserta konvensi. "Itu kan hak politik," kata dia.
Anggota Komite Konvensi Effendi Ghazalie menyatakan ada kemungkinan lain yang terjadi pada calon peserta konvensi lainnya. "Merasa saingan berat berkurang itu satu kemungkinan, sedang yang kemungkinan kedua para calon bisa terpengaruh untuk ikut mundur," kata dia.
Apalagi Mahfud dan JK merupakan tokoh besar. "Kita tak bisa pungkiri ini cerminan dari public trust," ujar Effendi. Namun itu semua kembali pada masing-masing calon. "Maju mundur dalam konvensi capres itu bukan hal besar, diluar negeri ini banyak terjadi."
Sebelumnya, Komite Konvensi Demokrat sudah memanggil 14 nama untuk ikut serta dalam konvensi sejak 25 Agustus lalu. Mereka antara lain Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua DPR Marzuki Alie, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, anggota Dewan Pembina Demokrat Pramono Edhie, mantan Ketua MK Mahfud Md. dan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo H Sarundajang. Ada pula anggota BPK Ali Masykur Musa, tokoh nasional Hayono Isman, CEO Lion Air Rusdi Kirana, Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih dan purnawirawan TNI Endriartono Sutarto.
SUBKHAN
Sehari Bersama Lurah Susan di Lenteng Agung
TEMPO.CO, Jakarta---Demonstrasi
yang dilancarkan sejumlah warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tak
meruntuhkan mental Lurah Susan Jasmine Zulkifli. Lurah Susan tetap
menjalankan aktivitasnya sebagai seorang pamong.
08.00 WIB - Lurah Susan bersama para Lurah lainnya melakukan rapat di Kecamatan Jagakarsa yang dipimpin langsung oleh Camat Hasril. "Biasa pertemuan bersama Camat dengan semua Lurah," ujar ibu anak satu itu.
09.30 - WIB - Lurah Susan melakukan sosialisai Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2013 tentang kebersihan di Taman Lenteng Agung. Ketika sosialisasi, lurah Susan bersalaman dan foto bareng dengan beberapa pelajar sekolah dasar yang sedang bermain di taman saat jam istirahat. "Lucu ya anak-anak," tuturnya.
Lurah Susan memang sangat ingin memperindah Taman Lenteng Agung. Sebab, ini merupakan satu-satunya kawasan terbuka hijau di kelurahan yang dipimpinnya. "Perbaiki taman agar bagus," ujar wanita berkulit putih itu. "Ke depannya nanti akan ditata lagi."
Selain merenovasi taman, Lurah Susan berencana menyediakan tempat buat para pedagang kaki lima yang sering menjual dagangannya di sekitar Taman Lenteng Agung. "Ada rencana juga nanti taruh pedagang kaki lima di suatu tempat," ujar wanita yang memakai kacamata itu.
Dengan menggunakan topi dinas...
Dengan menggunakan topi dinas, baju batik warna cokelat dipadu dengan celana panjang warna putih, Lurah Susan memantau para pekerja yang sedang mengecat fasilitas taman, seperti bangku dan arena bermain. "Itu baru dicat," katanya. "Warnanya masih kurang bagus."
Usai melakukan sosialiasi, Lurah Susan melihat para tukang yang tengah mengecat sejumlah fasilitas taman seperti bangku dan area bermain. "Itu baru dicat," katanya sambil menunjuk bangku taman yang sedang dicat seorang tukang. "Warnanya masih kurang bagus."
Setelah menyaksikan renovasi, lurah Susan menggelar acara makan siang di taman bersama Camat Hasril, beberapa staf kelurahan, dan kepala Rukun Tetangga (RT), serta rekan-rekan wartawan. Ada dua menu makanan yang disajikan, nasi bungkus dan bakso. "Saya makan bakso aja," kata lurah Susan.
16.00 - Lurah Susan memenuhi pengaduan seorang warga terkait penempatan pipa-pipa gas di sekitar rumahnya. "Itu karena belum koordinasi dengan kelurahan," ucap wanita yang menggunakan kacamata itu.
18.30 WIB - Lurah Susan melakukan rapat dengan beberapa stafnya ihwal rencana membangun sistem pelayanan "satu pintu" di Kelurahan Lenteng Agung. "Saya minta agar segera cepat dibuat," ujarnya.
19.30 - Lurah Susan masih menyelesaikan beberapa tugas lainnya, seperti memberikan tanda tangan untuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Meski begitu, dia masih menyempatkan waktu untuk membaca berita di sejumlah media online yang memberitakan dirinya. "Lucu liat komentar-komentarnya," tuturnya.
22.00 WIB - Lurah Susan meninggalkan kantor dengan menggunakan mobil operasional. Dia menyetir sendiri. Sebelumnya, dia meminta seorang petugas kelurahan untuk mencuci kendaraan beroda empat itu. "Kadang-kadang saya pulang naik kereta," ujar wanita yang tinggal di Gondangdia, Jakarta Pusat itu.
SINGGIH SOARES
PDIP Tidak Akan Lawan Keinginan Rakyat Terkait Jokowi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Popularitas
dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai salah satu
kandidat Calon Presiden dalam Pilpres 2014 mendatang terus meningkat.
Terkait hal tersebut Pakar Psikologi Politik UI Hamdi Muluk
memperkirakan PDI Perjuangan tidak akan melawan keinginan masyarakat
dalam konteks calon presiden yang akan diusung partai berlambang banteng
tersebut.
"Kayaknya tidak mungkin PDIP melawan kehendak publik. Kecil kemungkinannya," ujar Hamdi di Jakarta, Jumat (30/8/2013).Menurut Hamdi, jika PDIP sampai mengambil kebijakan yang bertentangan dengan keinginan masyarakat akan terjadi politik alienation yang justru berpotensi menimbulkan kemarahan warga dan justru merugikan PDIP.
"Itu bahaya karena jika keinginan elit dengan rakyat terlalu jauh, maka massa akan marah. Nah kalau yang marah 40 persen, kalau kata survei, yang memilih Jokowi, apa gak kualat PDIP," tuturnya.
Namun Hamdi yakin PDIP hanya tengah mencari momen yang tepat untuk memutuskan secara resmi mencalonkan Jokowi sebagai Capres mereka.
"Saya agak yakin (PDIP akan calonkan Jokowi), dan bodoh sekali jika PDIP sudah melihat tingkat prevelensi begitu tinggi tapi justru memasang orang lain. Gak mungkinlah," tukasnya.
Ia menyebut ada beberapa hal yang mungkin menjadi pertimbangan partai yang menyatakan dirinya sebagai partai wong cilik itu untuk menunda pengumuman pencapresan Jokowi.
"Pertimbangan pertama tentu etika politik, tapi seperti saya katakan kita sebenarnya bisa melihat kualitas seseorang dari kinerjanya selama waktu tertentu, jadi tidak perlu Jokowi membuktikan selama 5 tahun," jelasnya.
Apalagi, lanjutnya, Jokowi juga bisa melakukan hal yang ia terapkan saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saat itu Jokowi meminta maaf dan izin dari masyarakat Solo untuk menunaikan tugas yang lebih besar di Jakarta.
Hamdi melanjutkan, alasan kedua kemungkinan adalah PDIP masih menunggu kepastian perolehan suaranya untuk pemilu legislatif. Karena jika mereka dapat meraih perolehan suara lebih dari 20 persen maka akan lebih mudah bagi PDIP untuk menentukan calon presiden.
Alasan ketiga adalah untuk melindungi Jokowi dari serangan dan fitnah-fitnah politik yang potensial muncul jika Jokowi resmi diusung sebagai Capres.
"Jadi jangan sampai nanti Jokowi jadi target serangan politik," katanya.
Jumat, 30 Agustus 2013
Rabu, 28 Agustus 2013
Rupiah Anjlok, Siapa Menangguk Untung?
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus tertekan. Bahkan sudah sempat tembus Rp 11.000 per dolar. Siapa bakal tersenyum?
Salah satu penyebab utama adanya tekanan terhadap kurs rupiah adalah akibat tingkat permintaan terhadap dolar naik. Hal itu disebabkan oleh rencana bank sentral Amerika, Federal Reserve, yang ingin mengurangi stimulus moneter, yang selama ini dilakukan melalui pembelian surat utang.
Stimulus itu dilakukan guna menyuntik pasar dengan likuiditas dolar. Sesuai hukum ekonomi, pasokan dolar yang makin banyak membuat nilainya turun.
Dengan begitu, perekonomian tetap bergairah.
Ketika kebijakan tersebut ingin dikurangi, maka ramai-ramai para investor membeli dolar sebelum nilai valuta ini terus naik. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi rencana otoritas moneter Amerika betul-betul dijalankan.
Akibatnya, para investor asing dari negara maju mulai mencairkan investasinya di emerging market – negara berkembang dengan pertumbuhan pesat. Dana di pasar keuangan keuangan termasuk saham, yang jadi sasaran mereka untuk dijual. Dana hasil penjualan aset itu, kemudian dibelanjakan dolar.
Selanjutnya adalah mata uang sejumlah negara tempat para investor asing mencairkan asetnya termasuk Indonesia, ikut melemah. Ini sekaligus membuktikan bahwa rupiah begitu rentan terhadap tingkat permintaan dolar.
Bersamaan dengan melemahnya rupiah ini, para importir atau dunia usaha pengguna bahan baku yang dibeli dengan dolar bisa dipastikan merintih. Apalagi kalau menjual produknya dengan rupiah.
Terkait dengan hal, harga barang-barang dengan kandungan impor besar, apalagi didatangkan utuh dari luar negeri, bakal naik. Daya beli berpotensi turun, sehingga menjadi pukulan tambahan bagi dunia usaha.
Kendati demikian, ada juga yang tersenyum senang dengan melemahnya rupiah ini. Siapa saja yang berpotensi mendapat untung? Setidaknya ada tiga kelompok:
Pertama, sudah tentu para eksportir. Mereka menerima pembayaran atas barang yang dijual dengan kurs dolar. Sehingga pendapatannya ketika dikonversi ke rupiah serta-merta bakal bertambah. Apalagi jika ongkos produksinya menggunakan standar rupiah, seperti pada sektor pertambangan atau perkebunan. Tentu keuntungannya makin melimpah. Kocek mereka tentu bakal tambah tambun.
Kedua, yang berpotensi besar mendapatkan untung adalah investor pada surat utang negara yang dikeluarkan dalam mata uang rupiah. Imbal hasilnya akan bertambah tinggi, karena harganya makin melorot di bawah harga awal.
Dari catatan Penilai Harga Efek Indonesia atau Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) misalnya, imbal hasil (yield) untuk surat utang negara berjangka waktu 10 tahun, imbal hasilnya sudah naik. Pada Rabu (21/8), posisinya ada di 8,3896 persen dari sehari sebelumnya yang 8,2964 persen. Tentu makin lama jatuh temponya, makin besar kenaikan imbalannya.
Ketiga, seperti pernah disampaikan oleh manajemen Bank BTN, harga apartemen atau hunian kelas atas bakal naik. Karena itu, bank plat merah yang mayoritas bermain di hunian kelas bawah itu bakal meraup limpahan. Begitu pun dengan lembaga pembiayaan lain yang berpartisipasi di kelas serupa.
Walaupun sebenarnya, para pembeli properti tidak langsung pindah begitu saja. Apalagi, ketika kurs melemah, biasanya bank sentral menaikkan suku bunga. Ini berupa insentif bagi pemegang rupiah, sehingga mata uang tersebut tetap bernilai.
Akibat kenaikan suku bunga ini, tentu bunga kredit juga bakal naik. Karena itu, kemungkinannya bisa pindah beli properti menengah ke bawah atau bisa juga menunda waktu pembelian.
Tapi setidaknya, melemahnya rupiah tidak melulu berarti musibah. Tiga kelompok ekonomi di atas tetap berpotensi menangguk berkah.
Herry Gunawan, Pendiri Plasadana
Salah satu penyebab utama adanya tekanan terhadap kurs rupiah adalah akibat tingkat permintaan terhadap dolar naik. Hal itu disebabkan oleh rencana bank sentral Amerika, Federal Reserve, yang ingin mengurangi stimulus moneter, yang selama ini dilakukan melalui pembelian surat utang.
Stimulus itu dilakukan guna menyuntik pasar dengan likuiditas dolar. Sesuai hukum ekonomi, pasokan dolar yang makin banyak membuat nilainya turun.
Dengan begitu, perekonomian tetap bergairah.
Ketika kebijakan tersebut ingin dikurangi, maka ramai-ramai para investor membeli dolar sebelum nilai valuta ini terus naik. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi rencana otoritas moneter Amerika betul-betul dijalankan.
Akibatnya, para investor asing dari negara maju mulai mencairkan investasinya di emerging market – negara berkembang dengan pertumbuhan pesat. Dana di pasar keuangan keuangan termasuk saham, yang jadi sasaran mereka untuk dijual. Dana hasil penjualan aset itu, kemudian dibelanjakan dolar.
Selanjutnya adalah mata uang sejumlah negara tempat para investor asing mencairkan asetnya termasuk Indonesia, ikut melemah. Ini sekaligus membuktikan bahwa rupiah begitu rentan terhadap tingkat permintaan dolar.
Bersamaan dengan melemahnya rupiah ini, para importir atau dunia usaha pengguna bahan baku yang dibeli dengan dolar bisa dipastikan merintih. Apalagi kalau menjual produknya dengan rupiah.
Terkait dengan hal, harga barang-barang dengan kandungan impor besar, apalagi didatangkan utuh dari luar negeri, bakal naik. Daya beli berpotensi turun, sehingga menjadi pukulan tambahan bagi dunia usaha.
Kendati demikian, ada juga yang tersenyum senang dengan melemahnya rupiah ini. Siapa saja yang berpotensi mendapat untung? Setidaknya ada tiga kelompok:
Pertama, sudah tentu para eksportir. Mereka menerima pembayaran atas barang yang dijual dengan kurs dolar. Sehingga pendapatannya ketika dikonversi ke rupiah serta-merta bakal bertambah. Apalagi jika ongkos produksinya menggunakan standar rupiah, seperti pada sektor pertambangan atau perkebunan. Tentu keuntungannya makin melimpah. Kocek mereka tentu bakal tambah tambun.
Kedua, yang berpotensi besar mendapatkan untung adalah investor pada surat utang negara yang dikeluarkan dalam mata uang rupiah. Imbal hasilnya akan bertambah tinggi, karena harganya makin melorot di bawah harga awal.
Dari catatan Penilai Harga Efek Indonesia atau Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) misalnya, imbal hasil (yield) untuk surat utang negara berjangka waktu 10 tahun, imbal hasilnya sudah naik. Pada Rabu (21/8), posisinya ada di 8,3896 persen dari sehari sebelumnya yang 8,2964 persen. Tentu makin lama jatuh temponya, makin besar kenaikan imbalannya.
Ketiga, seperti pernah disampaikan oleh manajemen Bank BTN, harga apartemen atau hunian kelas atas bakal naik. Karena itu, bank plat merah yang mayoritas bermain di hunian kelas bawah itu bakal meraup limpahan. Begitu pun dengan lembaga pembiayaan lain yang berpartisipasi di kelas serupa.
Walaupun sebenarnya, para pembeli properti tidak langsung pindah begitu saja. Apalagi, ketika kurs melemah, biasanya bank sentral menaikkan suku bunga. Ini berupa insentif bagi pemegang rupiah, sehingga mata uang tersebut tetap bernilai.
Akibat kenaikan suku bunga ini, tentu bunga kredit juga bakal naik. Karena itu, kemungkinannya bisa pindah beli properti menengah ke bawah atau bisa juga menunda waktu pembelian.
Tapi setidaknya, melemahnya rupiah tidak melulu berarti musibah. Tiga kelompok ekonomi di atas tetap berpotensi menangguk berkah.
Herry Gunawan, Pendiri Plasadana
Pemerintah Tetapkan Enam Barang Tak Lagi Mewah
Jakarta (Antara) - Pemerintah menetapkan enam barang
yang sudah tak lagi dianggap mewah dengan menghapus Pajak Penjualan
Barang Mewah (PPnBM).
Dalam konferensi pers tentang Paket Kebijakan Insentif Fiskal dalam
Rangka Memberikan Stimulus Pertumbuhan Ekonomi di Direktorat Jenderal
Pajak, Jakarta, Rabu, Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan keenam
barang tersebut ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan atau PMK
No.121/PMK 011/2013. Chatib menyebutkan keenam barang tersebut antara lain, peralatan rumah tangga dengan harga Rp5 juta atau Rp10 juta, pesawat penerima siaran televisi dengan harga dan ukuran di bawah Rp10 juta dan 40 inchi, lemari pendingin (kulkas) di bawah Rp10 juta, mesin pengatur suhu udara (AC) di bawah Rp8 juta, pemanas air dan mesin cuci di bawah Rp5 juta, proyektor dan produk saniter di bawah Rp10 juta.
"Dengan kebijakan ini, diharapkan harga barang-barang lebih terjangkau oleh kalangan yang lebih luas dan pasar akan lebih bergairah," katanya.
Selain itu, dia menambahkan, penghapusan PPnBM tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja produk domestik dalam rangka bersaing dengan produk impor ilegal.
Penghapusan PPnBM tersebut merupakan salah satu dari empat PMK yang terdiri dari relaksasi kebijakan pada kawasan berikat, pemberian fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor atau penyerahan buku dan pengurangan besarnya Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 dan penundaan pembayaran PPh Pasal 29 tahun 2013 bagi Wajib Pajak industri tertentu.
Chatib juga berharap keempat PMK tersebut bisa membantu dalam merealisasi paket kebijakan pemerintah, yakni memperbaiki neraca transaksi berjalan dan menjaga nilai tukar rupiah, menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat dan tingkat inflasi serta mempercepat investasi.(tp)
Rabu, 07 Agustus 2013
Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1434 H
Kami Segenap Karyawan Perusahaan
CV. LUMADA bitha SUKSES
~ General Trading ~
~ Chemicals ~
~ Transportation ~
~ Manpower Service ~
Mengucapkan :
Langganan:
Postingan (Atom)













